Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Mei 2018 | 18.00 WIB

Inilah Kisah Heroik Para Penyelamat dari Jakarta Timur (Habis)

Tim Rescue Pemadam Kebakaran Jakarta Timur Tri Hadi - Image

Tim Rescue Pemadam Kebakaran Jakarta Timur Tri Hadi

Perasaan senang menyeruak saat Tri Hadi dan tim berhasil menyelamatkan korban. Kemudian, menyerahkannya kepada keluarga adalah hal yang tidak bisa digantikan dengan apa pun. Termasuk uang atau harta.



Tri Hadi Senang ketika Berhasil Menyelamatkan



’’Kalau sudah menyelamatkan korban, ada perasaan senang hingga tenang. Beneran itu,’’ kata Tri Hadi saat membuka obrolan dengan Jawa Pos. 


Tri perlahan mengelus dadanya dengan tangan kanan. Dia menuturkan, ada perasaan bersalah saat belum berhasil menyelamatkan korban. ’’Bakal bersedih. Duh kok nggak bisa, ya. Kenapa,’’ ujar Tri dengan tangan kiri dikepal, lalu dipukulkan ke paha kirinya.


Pria kelahiran Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, itu selama sebelas tahun masuk anggota rescue. Sama dengan Aris Mardyanto. Yakni, pada 2007. ’’Kalau Mas Aris, angkatan pertama. Saya kedua. Mas Aris duluan, ya,’’ tuturnya sambil menunjuk Aris.


Ada satu pengalaman yang tidak terlupakan ketika Tri menyelamatkan seorang anak pada 2017. Seolah memutar memori, dia berusaha mengingat. ’’Jadi, si korban terbawa arus di Kali Ciliwung. Anak ini terperosok di wilayah Pasar Rebo. Tepatnya di bawah jembatan T.B. Simatupang,’’ ujarnya.


Tri dan tim seharian berjibaku melawan derasnya arus Kali Ciliwung. Saat itu, bukan hanya tim damkar dan rescue yang dikerahkan. Ada Komunitas Matpeci. ’’Korban ditemukan Matpeci di Goa Monyet Rindam. Sebab, saat itu, tim damkar beristirahat,’’ jelasnya.


Komunitas Matpeci mengabarkan telah menemukan sesosok mayat yang diduga korban. Tidak berpikir panjang, Tri dan tim membelah. Saat itu, dia bergabung dengan tim dari Pasar Rebo. ’’Ada yang nyamperin titik yang dimaksud. Nah, tapi perahu Matpeci tidak memadai. Akhirnya, dibantu rescue dengan perahu karet untuk memastikan apakah itu benar korban,’’ tambah Tri.


Ternyata, sesosok mayat itu merupakan anak yang dicari Tri dan timnya. Dia segera berenang mengambil dan memastikan jasad mayat itu. ’’Saat azan, mayat ini muncul. Kuasa pencipta,’’ terangnya. Doa yang terus membasahi bibir keluarga kecil Tri menjadi penyemangat untuk terus berjibaku sebagai rescue. ’’Sekalian bekerja, sekalian membantu,’’ ujarnya. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore