
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Tono Rusdiantono usai acara Bandung Menjawab terkait PMKS Kota Bandung di Taman Sejarah, Bandung, Kamis (24/5).
JawaPos.com - Ramadan, bulan yang paling ditunggu setiap umat muslim di penjuru dunia, begitu pun masyarakat Bandung. Namun bukan hanya dinanti untuk menunaikan ibadah puasa, melainkan untuk mencari pundi-pundi rupiah bagi para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di beberapa wilayah.
Para PMKS yang terdiri dari 26 jenis, paling disorot yakni orang-orang yang berkeliaran di jalanan. Layaknya pengemis, pengamen dan anak jalanan. Bandung salah satu kota yang diidolakan orang-orang dan nilai paling menguntungkan bagi para PMKS musiman. Pasalnya, setiap Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kota Kembang selalu kedatangan para pengemis, pengamen dan anak jalanan dari Kabupaten.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Tono Rusdiantono mengatakan PMKS musiman selalu ada setiap tahunnya. Mereka datang bergerombolan sebelum lebaran, kemudian mencari rejeki di beberapa ruas Jalan Kota Bandung. Namun sejauh ini PMKS belum terlalu signifikan karena baru memasuki awal Ramadan.
"Saat ini, pengemis musiman masih belum signifikan terlihat. Tapi biasanya PMKS, orang-orang itu datang ke Kota Bandung minimal seminggu atau lima hari menjelang lebaran," kata Tono Rusdiantono di Taman Sejarah, Bandung, Kamis (24/5).
Adapun para PMKS ini datang dari luar Kota Bandung yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, dan juga luar Jawa Barat. Orang-orang tersebut akan terpecah di beberapa titik seperti Lampu merah, Pasar, tempat rekreasi, umum dan lainnya.
Berdasarkan data Dinsos Kota Bandung terdiri dari 80.000 PMKS yang terbagi dari 26 jenis. Terkait jumlah pengemis dan anak jalanan kurang lebih 180 orang. "Jadi saya jamin orang itu bukan warga Bandung, 70 persen bukan warga Bandung. Kalau warga Bandung Insya Allah saya tangani," jelasnya.
Dinsos pun mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk mendukung dan bantuan Pemerintah Kota Bandung dalam menuntaskan masalah PMKS. Makan diimbau, masyarakat tidak memberikan nasi atau makanan kepada gelandangan dan pengemis di jalanan.
Selain itu, dilarang memberikan sumbangan berupa uang atau barang kepada PMKS yang tidak mempunyai izin. Seperti meminta sumbangan untuk donasi perbaikan jalan dan lainnya.
"Kan biasanya di depan tempat ibadah dan umum suka ada yang meminta-minta sumbangan untuk perbaikan jalan, anak yatim piatu, selama tidak ada izin akan kita bubarkan," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
