Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 14.40 WIB

Tenun Ikat 'Nabrak' Lurik, Sentuhan Berani Karya Didiet Maulana

Koleksi perpaduan tenun dan lurik dalam tema - Image

Koleksi perpaduan tenun dan lurik dalam tema

JawaPos.com - IKAT Indonesia by Didiet Maulana meramaikan koleksi Ramadan dan spring summer dengan pagelaran busana di Plaza Indonesia, Kamis (24/5). Dalam tema yang bertajuk 'Surya', Didiet sengaja memadukan dua pola kain yang jauh berbeda yakni tenun ikat dan lurik.


Didiet kali ini membawa koleksi ready to wear yang diramu dengan tampilan modest fashion. Dua kain itu sengaja dipadukan oleh Didiet untuk mengawinkan dua perbedaan sebagai simbol keberagaman Indonesia.


"Highlight tenun dan lurik, saya mengawinkan keduanya. Zaman dulu agak sulit ya sebelumnya tahap pertama tenun ikat digabungkan dengan bahan yang polos tetapi saya main ke banyak daerah, riset, dapat pengetahuan baru. Bagaimana orang daerah berkreasi tabrak motif tenun ikat dan lurik. Pattern to pattern," ujar Didiet.


Tentu menjadi tantangan tersendiri baginya untuk menyatukan dua kain berbeda menjadi satu tampilan. Dengan koleksi 20 look, Didiet berhasil mengawinkan dua kain tersebut dengan koleksi beberapa layer. Secara konsep, Didiet mendapatkan inspirasi dari milenial influencer yang pandai memadukan berbagai busana.


"Milenial saat ini pintar sekali padu padan. Tabrak-tabrak pattern bagaimana bisa padukan motif garis-garis dengan motif yang sudah terstruktur pola geometris. Kami memakai benang merah dari segi warna agar warnanya nyambung," jelas Didiet.


Koleksi kali ini mengedepankan potongan baru untuk milenial dengan teknik potongan loose fit, square, dan kontemporer dengan sentuhan Timur Tengah. Ada puka headscarves atau ikat kepala yang bisa digunakan juga sebagai kerudung


Lalu bicara soal tema 'Surya', hal itu mewakili koleksinya kali ini untuk meramaikan musim Spring/Summer dengan warna yang colorful. Koleksinya itu juga sebagai simbol untuk menghargai keberagaman Indonesia di tengah perbedaan.


"Koleksi saya ini sebagai simbol bahwa siapapun yang memakainya bisa mendapatkan kehangatan sang surya di tengah perbedaan keberagaman bangsa kita yang saat ini sedang butuh semangat untuk lebih optimis," tutupnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore