Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 06.04 WIB

Layani Pengungsi Merapi yang Berpuasa, ACT Turunkan Humanity Food Van

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Jogjakarta meluncurkan Humanity Food Van untuk melayani para pengungsi di barak-barak wilayah Kabupaten Sleman atas terjadinya aktivitas Gunung Merapi. - Image

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Jogjakarta meluncurkan Humanity Food Van untuk melayani para pengungsi di barak-barak wilayah Kabupaten Sleman atas terjadinya aktivitas Gunung Merapi.

JawaPos.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Jogjakarta meluncurkan Humanity Food Van untuk melayani para pengungsi di barak-barak wilayah Kabupaten Sleman atas terjadinya aktivitas Gunung Merapi.


Aksi kepedulian tersebut dilakukan dengan pemberian atau melayani kebutuhan santap berbuka dan sahur untuk mereka yang masih menjalankan ibadah puasa. Kepala Cabang ACT Jogjakarta, Agus Budi mengatakan, tim ACT sudah bergerak sejak Selasa (22/5) lalu. Menyasar lereng Merapi di bagian selatan.


"Mulai Selasa, Tim ACT telah bergerak menuju ke lereng Merapi untuk mendistribusikan masker bagi pengungsi di barak-barak. Hari ini, Humanity Food Van ACT juga akan merapat ke lereng Merapi, membawa ratusan paket makanan siap santap untuk berbuka puasa," ujarnya dalam rilis yang diterima JawaPos.com, Rabu (23/5).


Humanity food Van yang dimiliki ACT Cabang Jogjakarta ini merupakan dapur umum berjalan. Dipakai guna melayani kebutuhan pangan. Baik kepada korban bencana alam maupun bagi warga yang kurang mampu.


Sebagaimana diketahui, Merapi beberapa hari belakangan mengalami letusan freatik. Pada Selasa (22/5) asap yang dikeluarkan mencapai tinggi kolom 3.500 meter arah barat teramati dari pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Babadan. Amplitudo seismik terukur 40 milimeter.


Meski tak ada rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta agar warga mengungsi, namun masyarakat melakukannya atas inisiatif sendiri.


Data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ, jumlah pengungsian pada Selasa (22/5) tercatat di Balai Desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan ada sebanyak 371 jiwa pada malam hari. Kemudian paginya sudah kembali ke rumah masing-masing.


Kemudian di Hunian Tetap (Huntap) Singlar ada 19 jiwa malam hari, dan masih tersisa 3 orang yang mengungsi paginya. Di Dukuh Kalitengah Lor pada malam ada 44 Jiwa, paginya tinggal 29 Jiwa.


Lalu di Dusun Kalitengah Kidul pada malam sebanyak 20 jiwa, pagi hari tinggal seorang saja. Di SD Sanjaya Tritis yang masuk wilayah Turgo, malam hari asa 510 jiwa, paginya tinggal 10  orang.


Di Balai Desa Argomulyo Baru, pada malam digunakan mengungsi 200 orang, paginya sudah pulang ke rumahnya. Kemudian di Balai Desa Umbulharjo pada malam ada 200 jiwa. Pagi juga sudah kembali ke rumah masing-masing.


Di Barak Koripan Sindumartani pada malam ada 58 jiwa, pagi hari sudah kosong. Lalu di Kecamatan Cangkringan, malam hari sempat juga digunakan mengungsi 100 orang.


Sejak Senin (21/5) BPPTKG Yogyakarta menaikkan status Merapi dari normal menjadi waspada. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang. Tidak perlu panik dan radius 3 kilometer dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore