
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai gencarnya OTT yang dilakukan KPK tidak terlepas dari kewenangan penyadapan.
JawaPos.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menilai gencarnya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu terakhir tidak lepas dari kewenangan penyadapan yang dimiliki lembaga antirasuah itu. Wajar jika lembaga ini telah memecahkan rekor dalam melakukan OTT.
"OTT yang dimiliki KPK biasanya didahului oleh penyadapan. Dan KPK telah memecahkan rekor dalam melakukan OTT beberapa waktu belakangan," ungkap Bambang Soesatyo dalam kegiatan peluncuran buku 14 tahun KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (23/5).
Lebih lanjut, Bamsoet menjelaskan, dalam pelaksanaan tugasnya, KPK diberikan sejumlah kewenangan untuk memberantas korupsi. Itu yang membuat Indeks Presepsi Korupsi yang diterbitkan oleh trasparansi internasional 2017 stagnan diangka 37, itu berarti sama dengan tahun 2016. Namun, dari sisi peringkat justru malah mengalami penurunan dari peringkat 90 menjadi 96 dari 180 negara.
"Dalam melaksanakan tugasnya, KPK diberikan sejumlah kewenangan antara lain mengkoordinasikan penyelidikan, penyidikan, penuntutan terhadap tindak pidana korupsi untuk meminta laporan terhadap instansi terkait," terang Bamsoet.
Selain itu, kata Bamsoet, mengenai tindak pidana pencegahan korupsi, KPK juga diberikan wewenang untuk mengambil alih penyelidikan terhadap pelaku tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan kepolisian dan kejaksaan. Bahkan, KPK bebas melakukan sampai penyadapan dan merekam pembicaraan tanpa izin dari pengadilan.
"Kewenangan kinerja KPK dapat lebih efektif dan efisien dalam penanganan kasus korupsi dibanding kepolisian dan kejaksaan yang juga menangani kasus korupsi," tuturnya.
Untuk diketahui, KPK mencetak rekor dalam melakukan OTT pada tahun 2017. Pasalnya, pada tahun 2017, KPK berhasil melakukan operasi tangkap tangan sebanyak 19 kali. Lebih tinggi dua perkara, dibandingkan pada tahun 2016 sejumlah 17 kali. Sementara, pada lima bulan pertama di tahun 2018, KPK telah melakukan OTT sebanyak 9 kasus.
"Sebagian besar terkait pilkada dan kepala atau wakil kepala daerah," pungkas Bamsoet.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
