Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Mei 2018 | 22.33 WIB

Kebaikan Ramadan untuk Keluarga Korban Bom Surabaya

Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur mengunjungi beberapa kediaman keluarga korban yang terjadi di Surabaya, Minggu (20/5). - Image

Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur mengunjungi beberapa kediaman keluarga korban yang terjadi di Surabaya, Minggu (20/5).

JawaPos.com - Peristiwa bom gereja di Surabaya mengundang empati masyarakat Indonesia dan luar negeri. Empati tersebut tak mengenal latar belakang sosial maupun agama. Semua turut menyalurkan bantuan untuk keluarga para korban melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT).


Di hari keempat Ramadan, Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur berkesempatan mengunjungi beberapa kediaman keluarga korban yang terjadi di Surabaya, Minggu (20/5). Koordinator Program ACT Jatim Wahyu mengatakan, kunjungan tim untuk menyampaikan amanah bantuan kemanusiaan kepada para keluarga korban.


Salah satunya, keluarga korban Aloysus Bayu Rendra Wardhana. Ia meninggal setelah berusaha menghalangi pelaku peledakan bom di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Tak Bercela Surabaya. Keberanian Bayu menjadi kesan tersendiri di kalangan masyarakat.


Bayu adalah seorang suami dari Monik Dewi Andini dan ayah dari Cornelius Aaron Nata Dinindra, 3, dan Birgitta Alyssia Nata Dinindra yang masih berusia 10 bulan. Wahyu menceritakan, keluarga masih berkabung ketika timn berkunjung ke rumah korban di Jalan Gubeng Kertajaya I Surabaya.


“Monic bilang terima kasih atas bantuan dan doa-doa dari masyarakat semua. Meskipun sulit menerima kenyataan, dia sudah ikhlas,” kata Wahyu.


Ledakan bom juga terjadi di Gereja Pentekosta Pusat Jalan Arjuno Surabaya dan menyebabkan salah satu petugas keamanan meninggal dunia. Ia adalah Giri Catur Sungkowo. Saat peristiwa nahas itu terjadi, Minggu (13/5), Giri tengah berjaga di pos depan atau gerbang masuk gereja bersama seorang temannya.


Namun, sebuah mobil misterius datang secara tiba-tiba dan menerjang pemeriksaan. Sebelum sempat disapa oleh pria asal Pacitan itu, mobil meledak memporak-porandakan sekitarnya. Tak terkecuali tubuh Giri yang luka parah terimbas ledakan.


Menurut keterangan istrinya, Giri Catur langsung dilarikan ke RSUD dr. Soetomo dengan luka yang sangat parah. Masa kritis Giri Catur berlangsung selama tiga hari sejak musibah itu terjadi.


“Sebenarnya semangat bapak sangat kuat untuk bertahan hidup, tapi karena infeksi luka di tenggorokannya sudah menyebar di seluruh tubuh, akhirnya kondisinya semakin memburuk dan meninggal dunia,” ungkap Sariati, istri Giri Catur.


Suasana duka, kata Wahyu, masih mewarnai rumah Giri Catur Sungkowo saat Tim ACT Jatim datang menyampaikan amanah kepedulian masyarakat Indonesia.


“Maksud kedatangan kami ke sini untuk menyampaikan belasungkawa atas musibah yang dialami keluarga Giri Catur, sekaligus menyampaikan amanah dari masyarakat Indonesia dan luar negeri yakni bantuan untuk keluarga korban bom,” ucap Wahyu.


Selain itu, Tim ACT Jawa Timur juga mengunjungi kediaman tiga keluarga korban bom Surabaya lainnya. Mereka adalah Nuchin dan Daniel Agung Putra Kusuma yang meninggal dunia di lokasi bersamaan, yaitu Gereja Pantekosta Pusat Surabaya.


Selain itu juga kediaman Aiptu Ahmad Nurhadi, anggota polisi yang turut menjadi korban. Kini Aiptu Ahmad tengah berada di RSU dr. Soetomo karena beliau mengalami luka bakar yang parah.


Wahyu berharap, bantuan yang diberikan mampu meringankan kesedihan yang dialami keluarga korban.


“Di bulan Ramadan yang baik ini, kami hanya ingin menebarkan kebaikan seluas-luasnya. Bantuan yang diberikan mungkin tak bisa menutup rasa kehilangan mereka. Namun, setidaknya ini menjadi bukti bahwa banyak sekali masyarakat Indonesia dan dunia yang peduli terhadap korban. Semoga kejadian nahas serupa tidak terulang kembali," ungkap Wahyu.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore