Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Mei 2018 | 22.00 WIB

Begini Kronologi Hitler Nababan Dikeroyok Massa

Anggota DPRD Karawang Hitler Nababan dikeroyok massa - Image

Anggota DPRD Karawang Hitler Nababan dikeroyok massa

JawaPos.com - Anggota DPRD Karawang, Hitler Nababan dikeroyok massa karena memposting meme Mantan Ketua MPR RI Amien Rais membonceng Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di atas kompresor di grup WhatsApp Banggar DPRD Karawang. Alhasil, akibat pengeroyokan itu Hitler harus dibawa ke Rumah Sakit.


Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya menyampaikan kejadian pengeroyokan terhadap anggota DPRD Karawang, Hitler Nababan itu bermula dari postingan meme. Kemudian meme tersebut dianggap membuat pihak tertentu tidak berkenan. Lalu terjadi keributan antara pihak tertentu dengan Hitler, sehingga korban (Hitler) mengalami luka pada beberapa bagian tubuh.


"Korban kita amankan dan membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan, kita sudah kordinasi dengan DPRD dan pemerintah untuk melakukan mediasi dengan pihak lainya," kata Kapolres Karawang Slamet Waluyo seperti yang dilansir dari Radar Karawang (Jawa Pos Group), Selasa (22/5).


Awalnya, massa dari berbagai kelompok masyarakat berniat meminta klarifikasi terkait masalah tersebut. Mereka berkumpul di halaman parkir DPRD sekitar pukul 15.00 WIB.


Ketua Fraksi Demokrat DPRD Karawang Pendi Anwar bersama anggota dewan dari partai yang sama Ahmad Rifai berencana menghadirkan Hitler dan meminta maaf kepada masyarakat. Namun, saat Pendi, Rifai dan Hitler masuk ruang Muspida untuk melakukan dialog, secara tiba-tiba ada beberapa orang yang emosi setelah melihat keberadaan Hitler.


Situasi pun semakin riuh, karena beberapa orang berusaha melakukan pemukulan. Seorang yang berada persis di depan Hitler, berusaha menahan tendangan dan pukulan yang dilayangkan oleh sejumlah orang. Namun, karena kalah banyak, Hitler yang sedari awal berada di belakang Rifai akhirnya tidak bisa menghindari pukulan dan amukan massa saat itu.


Tendangan dan pukulan pun berhasil mengenai wajah dan tubuh Hitler. Saat mendapat pukulan, Hitler hanya menutup wajahnya untuk menghindari luka lebih parah.


Saat orang mengeroyok, ada beberapa orang anggota Front Pembela Islam (FPI) dan anggota Dewan yang berusaha melerai. Kejadian pengeroyokan pun berlangsung beberapa detik dan akhirnya berhasil diredam, setelah Hitler diamankan ke sebuah ruangan di gedung DPRD, dikawal beberapa anggota Satpol PP.


Pendi mengatakan, dirinya tidak menduga massa akan melakukan penyerangan. Saat ini, pihaknya akan menyerahkan kasus tersebut kepada kepolisian.


"Kejadian ini (postingan Hitler) sudah sebulan lebih yang lalu. Karena sekarang timbul lagi, tentunya saya secara pribadi dan keluarga besar Partai Demokrat harus meminta maaf kepada seluruh umat muslim juga FPI," ujarnya.


Pihaknya akan segera melakukan rapat internal partai melalui Majelis Pertimbangan Partai dan Dewan Pakar Partai, yang nantinya akan menentukan apakah Hitler akan dipecat sebagai kader partai atau hanya diberikan sanksi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore