
Anggota DPRD Karawang Hitler Nababan dikeroyok massa
JawaPos.com - Anggota DPRD Karawang, Hitler Nababan dikeroyok massa karena memposting meme Mantan Ketua MPR RI Amien Rais membonceng Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di atas kompresor di grup WhatsApp Banggar DPRD Karawang. Alhasil, akibat pengeroyokan itu Hitler harus dibawa ke Rumah Sakit.
Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya menyampaikan kejadian pengeroyokan terhadap anggota DPRD Karawang, Hitler Nababan itu bermula dari postingan meme. Kemudian meme tersebut dianggap membuat pihak tertentu tidak berkenan. Lalu terjadi keributan antara pihak tertentu dengan Hitler, sehingga korban (Hitler) mengalami luka pada beberapa bagian tubuh.
"Korban kita amankan dan membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan, kita sudah kordinasi dengan DPRD dan pemerintah untuk melakukan mediasi dengan pihak lainya," kata Kapolres Karawang Slamet Waluyo seperti yang dilansir dari Radar Karawang (Jawa Pos Group), Selasa (22/5).
Awalnya, massa dari berbagai kelompok masyarakat berniat meminta klarifikasi terkait masalah tersebut. Mereka berkumpul di halaman parkir DPRD sekitar pukul 15.00 WIB.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Karawang Pendi Anwar bersama anggota dewan dari partai yang sama Ahmad Rifai berencana menghadirkan Hitler dan meminta maaf kepada masyarakat. Namun, saat Pendi, Rifai dan Hitler masuk ruang Muspida untuk melakukan dialog, secara tiba-tiba ada beberapa orang yang emosi setelah melihat keberadaan Hitler.
Situasi pun semakin riuh, karena beberapa orang berusaha melakukan pemukulan. Seorang yang berada persis di depan Hitler, berusaha menahan tendangan dan pukulan yang dilayangkan oleh sejumlah orang. Namun, karena kalah banyak, Hitler yang sedari awal berada di belakang Rifai akhirnya tidak bisa menghindari pukulan dan amukan massa saat itu.
Tendangan dan pukulan pun berhasil mengenai wajah dan tubuh Hitler. Saat mendapat pukulan, Hitler hanya menutup wajahnya untuk menghindari luka lebih parah.
Saat orang mengeroyok, ada beberapa orang anggota Front Pembela Islam (FPI) dan anggota Dewan yang berusaha melerai. Kejadian pengeroyokan pun berlangsung beberapa detik dan akhirnya berhasil diredam, setelah Hitler diamankan ke sebuah ruangan di gedung DPRD, dikawal beberapa anggota Satpol PP.
Pendi mengatakan, dirinya tidak menduga massa akan melakukan penyerangan. Saat ini, pihaknya akan menyerahkan kasus tersebut kepada kepolisian.
"Kejadian ini (postingan Hitler) sudah sebulan lebih yang lalu. Karena sekarang timbul lagi, tentunya saya secara pribadi dan keluarga besar Partai Demokrat harus meminta maaf kepada seluruh umat muslim juga FPI," ujarnya.
Pihaknya akan segera melakukan rapat internal partai melalui Majelis Pertimbangan Partai dan Dewan Pakar Partai, yang nantinya akan menentukan apakah Hitler akan dipecat sebagai kader partai atau hanya diberikan sanksi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
