
KAGUM: Danny Setyowati bersama rekannya asal Latvia, Lasma (kanan), menikmati durian Karanganyar. (AGUS MUHAIMIN ISKANDAR/RADAR BLITAR)
Penggemar durian yang mampir ke Blitar patut datang ke Dusun Karanganyar, Desa Modangan. Selain buah lokal berkualitas, di sana ada lelang durian.
---
SEKILAS, area perkebunan di dusun di Kecamatan Nglegok itu bukan sentra pembibitan durian. Sebab, kawasan itu sebenarnya adalah perkebunan kopi.
Namun, begitu pengunjung masuk, ratusan pohon durian bisa ditemui di perkebunan tersebut. Pohon-pohon itu berdampingan dengan beragam jenis tanaman lain. Antara lain, alpukat, petai, cengkih, dan beberapa tanaman hortikultura lain.
Tercatat ada sekitar 500 pohon durian berbagai varietas. Antara lain, montong dan bajul. Selain itu, banyak pohon durian lokal asal Karanganyar yang tumbuh di sana.
Meski harus bersaing dengan durian-durian mainstream, durian-durian lokal asal Karanganyar tak kalah pamor. Malah, durian tersebut jadi varietas favorit para penggemar yang datang ke sana. ”Kami belum memberikan nama khusus. Tapi, warga menyebutnya durian Karanganyar,” kata Rian, pekerja di Perkebunan Kopi Karanganyar.
Sekilas, bentuk durian lokal Karanganyar memang terkesan tak menarik. Ukurannya tidak terlalu besar. Kulitnya kuning kecokelatan. Namun, ketika kulit buah berduri itu dibelah, kesan awal tersebut berubah 180 derajat.
Daging buahnya kuning mencolok dan tebal. Karakternya juga sangat khas. Daging buahnya lembut. Rasa manis yang kuat dan sedikit pahit jadi pembeda. ”Banyak pengunjung yang suka karena dominasi manisnya. Termasuk para turis yang datang ke sini,” jelas pria berambut keriting itu.
Penuturan Rian tak salah. Danny Setyowati, pengunjung asal Malang, sengaja datang ke sana hanya untuk menikmati durian tersebut. Dia mengajak rekannya dari Latvia, Lasma. Mereka benar-benar terkesan. ’’Enak, dia suka dengan buah yang tak ada di negaranya ini,’’ tutur Danny menerjemahkan ucapan Lasma.
Karena itu pula, durian lokal Karanganyar jadi salah satu komoditas unggulan di perkebunan tersebut. Bahkan, di masa panen seperti saat ini, perkebunan itu jadi pusat jual beli durian. Konsumennya bukan hanya pengunjung, melainkan juga pedagang yang kulakan.
Pengelola perkebunan lebih memprioritaskan pengunjung yang datang untuk menikmati durian lokal. Baru sekitar pukul 14.00, durian-durian itu dilelang. ’’Kalau melayani bakul (pedagang, Red) lebih dulu, kasihan mereka yang sudah jauh-jauh datang untuk menikmati durian lokal,’’ ucap Manajer Perkebunan Kopi Karanganyar Rizky Verdiyanto.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
