
PEMBUAT TEH: Thomas Hanandry menakar sebelum menyeduh dedaunan atau bunga menjadi minuman.
JIKA kafe dan warung biasanya hadir di pinggir jalan agar mudah ditemukan, tidak demikian dengan Rahasia Art Space and Eatery. Lokasinya tersembunyi di salah satu kompleks perumahan di Rungkut, Surabaya. Namun, berkat sensasi yang dihadirkan, kafe ndelik itu pun kini ramai dikunjungi.
”Ini sebenarnya produk pandemi. Saya berhenti jadi dosen, lalu pengin punya usaha sendiri,” ungkap Thomas Hanandry, pemilik kafe, saat dikunjungi Jawa Pos pada Kamis (29/6).
Warganet mengategorikan kafe seperti milik Thomas itu sebagai hidden gem, permata (kuliner) yang tersembunyi. Sudah lokasinya tidak strategis, penampakannya pun tidak seperti warung, melainkan seperti rumah biasa.
Ada banyak tanaman hijau di halaman Rahasia Art Space and Eatery. Memasuki garasi samping rumah yang berhias banyak barang antik, pengunjung tidak akan merasa sedang ngafe. Mesin ketik tua, kendi tanah liat, tampah yang disulap jadi meja, dan piring-piring vintage di dinding sengaja Thomas hadirkan untuk menambah coziness.
”Kebetulan, saya sarjana desain produk. Jadi, saya tukangi sendiri ini. Ada tampah di rumah saya cor jadi meja,” ujarnya.
Pada bagian paling ujung kafe rumahan itu, Thomas menyediakan open bar. Sebuah rak dengan deretan stoples kaca berisi varian teh organik menarik perhatian. Di tempat itulah pengunjung bisa menyaksikan penyeduhan artisan tea sekaligus berbincang tentang teh dengan sang penyeduh.
”Apalagi kalau bunga telang kan bisa berubah warna jadi biru gitu. Mereka pada videoin, kagum semua,” terang Thomas.
Teh menjadi sajian utama di kafe tersebut. Tersedia 28 varian teh organik. Selain daun, ada pula bunga, biji, buah, bahkan kulit buah yang siap diseduh menjadi teh.
Bagi Thomas, teh adalah bagian dari masa kecilnya. Setiap sore, Thomas kecil memetik bunga telang dan rosela yang tumbuh di pekarangan rumahnya di Trenggalek. Bunga-bunga itu kemudian diolah menjadi teh oleh sang nenek. Pengalaman masa kecil itulah yang Thomas hidupkan lagi lewat kafe tematiknya.
AS HOMMY AS GRANNY
”Kadang saya buat mainan. Bunga telang, kalau dikasih jeruk, kan berubah warna. Saya pikir experience kayak gini tidak dimiliki anak zaman sekarang,” ungkap pria yang juga seniman itu.
Thomas mempersilakan pengunjung bertamu ke rumahnya. Setelah memesan teh dan melihat penyeduhan di area garasi, pengunjung bisa duduk-duduk di ruang tamu. Ada sofa dan rak buku layaknya ruang tamu biasa. Beberapa lukisan yang menempel di dinding ruang tamu adalah karya Thomas sendiri.
”Kadang mahasiswa mengerjakan tugas di sini sampai malam, lalu tidur di sofa kayak di rumah sendiri,” katanya, lalu tertawa.
Thomas memang ingin membuat pengunjung betah berlama-lama di kafe yang desainnya dia miripkan dengan rumah sang nenek. ”Kalau untuk hiasan piring, saya ambil dari rumah nenek. Jadi, kesannya memang tak bikin kayak kembali ke rumah nenek,” jelasnya.
Yang namanya rumah nenek, ya pengunjungnya pasti cucu-cucu yang doyan nongkrong. Beberapa pelanggan tetap bahkan sengaja ngeteh di kafe Thomas untuk sekadar bertukar pikiran dengan teman atau mengerjakan tugas sepulang sekolah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
