alexametrics

3 Alasan Tren Jajanan Kuliner di Sudut Jalan Tetap Diserbu

21 Agustus 2019, 22:51:05 WIB

JawaPos.com – Banyaknya gerai resto yang menyajikan aneka kuliner ataupun pusat perbelanjaan yang menyajikan aneka menu, tetap tidak membuat kuliner di sudut jalan (street food) lesu. Justru para pelaku usaha kuliner pinggir jalan tetap bisa bertahan jika mereka kreatif.

Terlepas dari banyak perbedaan rasa, makanan adalah hobi masyarakat saat ini yang gemar traveling. Khususnya masyarakat Asia Tenggara. Pola makan atau kesukaan masyarakat di Asia Tenggara biasanya menyukai nasi dan makanan kaya rempah.

Marketing Manajer Uncledazs, Rahmawati menjelaskan salah satu usaha kuliner yang banyak diminati para pengusaha dan calon pengusaha sekarang ini yaitu street food atau jajan yang dijual dipinggir jalan. Selaun harganya murah dan rasanya enak,saat ini didukung oleh era digital yang membuat proses pengiriman lewat ojek online menjadi lebih mudah.

“Sekarang banyak sekali yang menawarkan usaha makanan street food ini. Maraknya ojek online membuat makanan street food tumbuh subur,” jelasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Dia mengusulkan sebaiknya pengusaha kuliner memilih usaha street food dengan tingkat investasi yang terjangkau dan banyak penggemarnya. Salah satu contohnya adalah waralaba ayam Taiwan. Menu ala Taiwan saat ini sedang kekinian seperti ayam pop atau popcorn, chickentang dan masih banyak lagi.

“Cari yang cepat balik modal dan kekinian bagi masyarakat. Pasti cepat laku, misalnya dengan waralaba atau bisnis kemitraan,” jelasnya.

Dilansir dari Warwick Asean Conference, Rabu (21/8), ada beberapa alasan mengapa kuliner jalanan masih diminati masyarakat di Asia Tenggara. Selain murah dan beragam, makan di pinggir jalan juga memberi pengalaman seru.

Beberapa alasan usaha kuliner pinggir jalan tetap digemari di antaranya:

Kaya Budaya Lokal
Masakan sering mencerminkan sejarah tempat mereka berasal. Makanan bisa menggambarkan kearifan lokal. Maka makanan street food kaya dengan cita rasa lokal dan harga yang ramah di kantong. Makanan adalah cerminan dari budaya lokal

2. Ajang Kumpul
Makanan pinggir jalan bisa memberikan pengalaman dan sebagai ajang kumpul bersama. Makanan dari rumah atau makanan rumahan seringkali merupakan kekuatan penting bagi persatuan dan semangat kebersamaan. Makanan adalah cara menghubungkan kita dengan warisan dan identitas kita.
Sulit untuk menjelaskan mengapa makanan jajanan memiliki daya tarik, namun juga budaya. Makanan jalanan bukan hanya cara menyajikan makanan tetapi juga merupakan cita rasa. Pedagang kaki lima atau makanan pinggir jalan kini semakin terjangkau, sehat, nyaman dan lezat. Rasa adalah kuncinya.

3. Harga Terjangkau
Kenyamanan dan harga yang murah merupakan hal terpenting untuk menggenjot perekonomian pelaku street food agar lebih bergeliat. Karena minimalis dan sifatnya informal biasanya hanya membutuhkan sedikit modal bagi penjualnya. Paling penting untuk bertahan kuncinya adalah menyajikan makanan yang lezat, unik, dan terjangkau.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads