
Thingyan, festival air di Myanmar untuk merayakan Tahun Baru tradisional (Dok. ANU College of Asia & The Pacific)
JawaPos.com - Thingyan, atau Atā Thingyan, adalah festival lima hari yang menandai Tahun Baru tradisional di Myanmar. Tanggal pastinya ditentukan setiap tahun oleh Myanmar Calendar Advisory Board, biasanya jatuh pada pertengahan April.
Dikutip dari laman UNESCO, perayaan ini diwarnai beragam tradisi, seperti menuangkan air pada patung Buddha, memberikan layanan manikur dan pedikur kepada orang yang lebih tua, menyumbangkan makanan, berdonasi, hingga bermeditasi. Tak hanya itu, masyarakat juga menyajikan tarian dan nyanyian tradisional.
Salah satu simbol unik perayaan ini adalah menata bunga dan daun yang melambangkan tujuh hari dalam seminggu ke dalam vas tanah liat, lalu meletakkannya di depan rumah sebagai penyambut tahun baru.
Tradisi lain yang paling meriah adalah saling menyiram air, dipercaya sebagai simbol pembersihan diri dari "kotoran" tahun lalu sekaligus membawa keberuntungan. Thingyan juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan keharmonisan. Seluruh periode festival ditetapkan sebagai hari libur nasional, sehingga banyak orang pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga dan menghormati orang tua mereka.
Akar Sejarah: Dari India ke Myanmar
Masyarakat Myanmar menggunakan kalender Lunisolar untuk menentukan tanggal festival, yang biasanya berlangsung antara 13-16 April setiap tahunnya. Bahkan, Thingyan 2026 juga akan jatuh pada tanggal yang sama. Secara historis, Thingyan datang ke Burma (Myanmar) melalui India sebagai festival Hindu.
Menurut Indochina Odyssey Tour, selama periode festival tiga hari, masyarakat Burma percaya bahwa raja para nat (Thagyamin, yang diidentifikasikan dengan dewa Buddha Sakra dan dewa Hindu Indra) turun ke bumi dari alam roh dan menghitung perbuatan baik dan buruk umat manusia selama setahun terakhir.
Mirip tradisi menjelang Natal di Barat, anak-anak di Myanmar diajarkan bahwa jika mereka berbuat baik, nama mereka akan ditulis dalam "buku emas" Thagyamin. Namun, bila nakal, nama mereka masuk dalam "buku kulit anjing", versi yang lebih menyeramkan daripada daftar anak nakal ala Santa Claus.
Meskipun mayoritas penduduk Myanmar menganut agama Buddha, kepercayaan akan nat atau roh tradisional dalam agama lokal masih dijalankan berdampingan. Hal ini menunjukkan bagaimana warisan budaya dan spiritual lokal tetap terjaga di tengah dominasi agama besar.
Destinasi Favorit untuk Merayakan Thingyan
Bagi wisatawan, Thingyan bukan hanya momen spiritual, tapi juga atraksi budaya yang penuh warna. Dilansir dari Indochina Odyssey Tour, berikut beberapa kota besar dan kawasan wisata di Myanmar yang menjadi pusat perayaan yang wajib dikunjungi.
1. Yangon
Yangon adalah salah satu kota paling meriah saat festival. Di Peopl's Park Square dan depan Balai Kota, ribuan orang berkumpul menikmati pesta air dengan musik dan tarian tradisional. Atraksi utama ada di Danau Kandawgyi, di mana puluhan panggung musik dan stasiun penyemprot air dipasang. Banyak wisatawan menyebut pengalaman Thingyan di Yangon bak "karnaval air terbesar" di Myanmar.
2. Mandalay
Tak kalah semarak, Mandalay juga menjadi magnet wisatawan. Pusat perayaan berlokasi di sekitar Istana Mandalay, menghadirkan pertunjukan spektakuler dan pertempuran air yang menghibur. Dibanding Yangon, suasananya sedikit lebih tenang, namun justru memberi kesan hangat. Banyak pelancong menilai Thingyan di Mandalay lebih intim karena tetap ramai tapi tidak terlalu sesak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
