Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 November 2015 | 19.26 WIB

Pulau Batek, Wilayah yang Hanya Dihuni Personel TNI

Pulau Batek, Wilayah yang Hanya Dihuni Personel TNI - Image

Pulau Batek, Wilayah yang Hanya Dihuni Personel TNI

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki empat pulau terdepan yang langsung berbatasan dengan Timor Leste. Salah satunya adalah Pulau Batek.



Pulau Batek terletak di Selat Ombai, tepatnya di pantai utara Pulau Timor.



Pulau tersebut merupakan salah satu pulau tidak berpenghuni yang masuk wilayah administratif Kabupaten Kupang, tepatnya di Kecamatan Amfoang Timur, Nusa Tenggara Timur, dan berbatasan langsung dengan Distrik Oecusse, Timor Leste.



Untuk mengawal pulau tidak berpenghuni itu, Korem 161/Wira Sakti Kupang menempatkan sejumlah personel.



Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hery Wiranto menyempatkan diri mengunjungi wilayah perbatasan dan beberapa pulau terluar di wilayah NTT. Salah satunya ke Pulau Batek.



Hery menjelaskan, sebagai Danrem 161/WS, dirinya mengemban dua tugas. Yakni, komandan operasional perbatasan dan pengamanan pulau terluar.



Dalam kunjungan tersebut, Hery menyatakan bahwa semuanya aman.



''Ini berkat kerja keras anggota prajurit yang bertugas. Ingat, tugas negara adalah kehormatan dan kehormatan itu tidak pernah dibeli dengan apa pun. Jagalah kehormatan itu,'' tegasnya.



Musuh terbesar dalam tugas pengamanan perbatasan, ucap Hery, adalah diri sendiri yang kadang mementingkan ego.



''Batalyon ini adalah batalyon legendaris. Nama baik batalyon bukan ditentukan organisasi, melainkan diri Anda sendiri. Apa yang kita kerjakan adalah demi bangsa dan negara,'' tandas mantan Danrem 163/Denpasar tersebut.



Pulau Batek yang terletak pada koordinat 09º 15' 33" LS dan 123º 59' 15" BT ini berjarak lebih kurang 5,75 mil laut dari Kota Kupang, ibu kota provinsi NTT atau sembilan jam perjalanan darat dari Atambua ke Desa Oseli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.



Selanjutnya, untuk ke sana harus menyeberang dengan perahu karet sekira satu jam.



Fasilitas penunjang Pulau Batek juga sangatlah terbatas.



Karena itu, dengan kondisi geografis pulau yang berbentuk perbukitan itu, setiap personel dituntut untuk dapat mengakali bagaimana mereka bertahan hidup.



Nah, untuk memenuhi kebutuhan air minum, mereka harus menyeberang ke wilayah Kecamatan Amfoang. Personel TNI juga membawa sejumlah wadah penampung seperti jeriken atau sejenisnya.

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore