
Pulau Batek, Wilayah yang Hanya Dihuni Personel TNI
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki empat pulau terdepan yang langsung berbatasan dengan Timor Leste. Salah satunya adalah Pulau Batek.
Pulau Batek terletak di Selat Ombai, tepatnya di pantai utara Pulau Timor.
Pulau tersebut merupakan salah satu pulau tidak berpenghuni yang masuk wilayah administratif Kabupaten Kupang, tepatnya di Kecamatan Amfoang Timur, Nusa Tenggara Timur, dan berbatasan langsung dengan Distrik Oecusse, Timor Leste.
Untuk mengawal pulau tidak berpenghuni itu, Korem 161/Wira Sakti Kupang menempatkan sejumlah personel.
Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hery Wiranto menyempatkan diri mengunjungi wilayah perbatasan dan beberapa pulau terluar di wilayah NTT. Salah satunya ke Pulau Batek.
Hery menjelaskan, sebagai Danrem 161/WS, dirinya mengemban dua tugas. Yakni, komandan operasional perbatasan dan pengamanan pulau terluar.
Dalam kunjungan tersebut, Hery menyatakan bahwa semuanya aman.
''Ini berkat kerja keras anggota prajurit yang bertugas. Ingat, tugas negara adalah kehormatan dan kehormatan itu tidak pernah dibeli dengan apa pun. Jagalah kehormatan itu,'' tegasnya.
Musuh terbesar dalam tugas pengamanan perbatasan, ucap Hery, adalah diri sendiri yang kadang mementingkan ego.
''Batalyon ini adalah batalyon legendaris. Nama baik batalyon bukan ditentukan organisasi, melainkan diri Anda sendiri. Apa yang kita kerjakan adalah demi bangsa dan negara,'' tandas mantan Danrem 163/Denpasar tersebut.
Pulau Batek yang terletak pada koordinat 09º 15' 33" LS dan 123º 59' 15" BT ini berjarak lebih kurang 5,75 mil laut dari Kota Kupang, ibu kota provinsi NTT atau sembilan jam perjalanan darat dari Atambua ke Desa Oseli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.
Selanjutnya, untuk ke sana harus menyeberang dengan perahu karet sekira satu jam.
Fasilitas penunjang Pulau Batek juga sangatlah terbatas.
Karena itu, dengan kondisi geografis pulau yang berbentuk perbukitan itu, setiap personel dituntut untuk dapat mengakali bagaimana mereka bertahan hidup.
Nah, untuk memenuhi kebutuhan air minum, mereka harus menyeberang ke wilayah Kecamatan Amfoang. Personel TNI juga membawa sejumlah wadah penampung seperti jeriken atau sejenisnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
