Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juli 2023 | 14.10 WIB

Hoax Panglima TNI Minta Panji Gumilang Segera Dihukum Mati

Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang. - Image

Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang.

JawaPos.com - Beredar sebuah video pendek di media sosial TikTok yang mencatut nama Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. Unggahan itu diberi judul 'Dengan tegas Panglima TNI minta Panji Gumilang segera dihukum mati terbukti sudah mengancam keutuhan NKRI'.
 
Dalam video berdurasi 10 menit 9 detik itu disebutkan jika Yudo mendesak agar Panji Gumilang segera dihukum mati. Yudo disebut geram karena tindakan Panji telah mengancam keutuhan NKRI. 
 
Dengan tegas Panglima TNI minta Panji Gumilang segera dihukum mati terbukti sudah mengancam keutuhan NKRI. Berikut pimpinan Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang kini tengah ramai menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat. Hal ini bermula saat pondok pesantren Al Zaytun menerapkan ajaran yang menyimpang dari agama Islam. Selain dianggap sesat di dalam komplek pondok pesantren Al Zaytun dikabarkan bahwa terdapat sebuah bunker tempat menyimpan dan memproduksi senjata api. Menanggapi pemberitaan tersebut pimpinan Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang tidak menampik jika di dalam komplek Al Zaytun terdapat ruang bawah tanah yang merupakan gudang persenjataan. Hal ini memang sudah Panji Gumilang persiapkan berjaga-jaga jika banyak pihak yang tidak senang dengan ajaran yang diterapkan Pesantren Al Zaytun," demikian bunyi narasi dalam video.
 
 
Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono memastikan narasi yang disampaikan di media sosial tersebut tidak benar atau hoax. Adapun gambar yang ditampilkan dalam unggahan ini pun dipastikan sudah melalui proses penyuntingan.
 
“Dia (Pembuat video) mengomentari Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono. Seharusnya pangkatnya Bintang empat menggunakan garis pinggir warna merah dan Logo satuan dilengan kiri menggunakan Mabes TNI segi lima berwarna merah.  Namun bukan seperti yang terlihat di video menggunakan Logo Angkatan Laut. Kemungkinan Foto tersebut adalah foto Laksamana TNI Yudo Margono saat menjabat Kepala Staf Angkatan Laut,” kata Julius dalam keterangan tertulis, Kamis (20/7).
 
Julius menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan, video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Snack Video @yusufcreator204 dengan link http://sck.io/p/jm3Vf070. kemudian diviralkan oleh akun TikTok dengan user24967486344. 
 
 
Video setidaknya telah mendapat like sebanyak 14 ribu kali, lali mendapat komentar 3.498, dan dibagikan 2.571 kali. "Ini merupakan tindakan dari oknum yang sengaja ingin menyudutkan kredibilitas TNI. Ini ada unsur pidananya,” jelas Julius.
 
Dia meminta kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi konten atau tayangan di media sosial. Jangan mudah percaya, pastikan kebenaran sebuah berita atau konten tersebut kepada pihak yang berkompeten. 
 
“TNI berharap dan mengajak seruruh masyarakat Indonesia untuk selalu berkarya hal-hal positif yang bersifat membangun dan edukasi,” ucap Julius.
 
“Lebih Khusus kepada pemilik akun Snack Video dengan ID yusufcreator204 untuk berhenti membuat kreasi-kreasi yang tidak didukung dengan data yang benar dan meminta sesegera mungkin membuat video klarifikasi bahwa video yang telah dia viralkan sebelumnya tidak benar,” pungkasnya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore