Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juli 2017 | 17.00 WIB

Soal Simpang Siur Kiddle Sang Mesin Pencari Ramah Anak, Ini Jawabannya

Tampilan muka lama kiddle.co - Image

Tampilan muka lama kiddle.co

JawaPos.com - Anda yang bergabung dalam grup WhatsApp berisi ibu-ibu muda mungkin pernah menerima broadcast message soal Kiddle.co. Ya, itu merupakan situs pencarian yang sempat diklaim ramah anak. Belakangan situs tersebut menuai banyak kontroversi. Salah satunya karena membuka blokir terhadap pencarian dengan kata kunci ''LGBT''. Mereka dianggap jaringan LGBT.



Jawa Pos mendapatkan sejumlah pesan berantai mengenai isu Kiddle dan LGBT. Misalnya sebuah pesan yang tertulis seperti ini. ''Ternyata Kiddle itu situs buat LGBT. FYI... Kiddle sebagai browser untuk anak-anak. Mohon jangan dipakai. Ternyata bukan dari Google dan bisa misleading ke web yang gak bener. Mereka memang menjaring korban anak-anak ke web yang ada adult."



Persoalan ini sebenarnya bermula dari kebijakan Kiddle yang awalnya memblokir hasil pencarian dengan kata kunci LGBT dan sejenisnya. Ketika kebijakan itu diberlakukan, Kiddle sudah menegaskan mereka tidak menyerang komunitas LGBT. Mereka hanya tidak bisa memastikan hasil pencarian yang aman untuk anak dengan kata kunci LGBT. 



Nah, entah apa yang terjadi, kemudian Kiddle membuka blokir terhadap kata kunci LGBT. Namun, pemblokiran yang dilakukan Kiddle sempat mendapatkan protes dari aktivis LGBT. Setelah pemblokiran dibuka, Kiddle mulai dapat serangan. Terutama lewat media sosial.



Meski begitu, dengan kata kunci yang sama, hasil pencarian di Kiddle dan Google atau mesin pencarian yang lain tetap berbeda. Hasil pencarian di Kiddle banyak menampilkan artikel dari situs GLSEN. Sebuah lembaga yang konsen membahas penyelesaian diskriminasi, pelecehan, dan intimidasi yang berkaitan dengan orientasi seksual dan gender. 



Kesimpangsiuran informasi lainnya juga terkait asal-usul Kiddle. Sejumlah masyarakat masih menganggap Kiddle me­rupakan ''anak'' dari ''Mbah Google". Padahal, dalam menu About Kiddle sudah jelas tertulis "Kiddle is powered by Google Safe Search but is not affiliated with Google Inc". Artinya, Kiddle hanya memanfaatkan fitur Google Safe Search. Mereka dengan tegas menekankan tidak terafiliasi dengan perusahaan Google.



Google Safe Search sendiri merupakan sebuah fitur yang bisa di-setting penggunanya untuk memfilter beberapa kata kunci. Misalnya, pornografi. Namun, Google sendiri juga menegaskan hasil filter dari safe search tidak 100 persen akurat. Fitur itu hanya berfungsi membantu menghindari konten-konten yang tidak layak dikonsumsi. 



Artinya, Kiddle yang memanfaatkan fitur Google Safe Search juga tak 100 persen akurat mencegah konten berbahaya untuk anak. Meski begitu, Kiddle mengklaim berusaha menampilkan konten ramah anak dalam hasil pencariannya. Sebab, mereka memiliki kurator yang bertugas memilih dan memeriksa situs dan konten ramah anak.



Selain soal isu LGBT, pesan berantai yang beredar banyak mengaitkan Kiddle dengan agama tertentu. Itu terjadi ketika beberapa pengguna saat mengetikkan kata kunci agama dan dalam bahasa Indonesia. Dari penelusuran Jawa Pos, Kiddle memang kurang tepat digunakan untuk mencari informasi yang berkaitan dengan agama dan kata dalam bahasa Indonesia. 



Namun, untuk pencarian dengan kata kunci dalam bahasa Inggris, Kiddle masih lebih ramah daripada hasil yang ditampilkan Google. 



Intinya, para orang tua tetap tidak bisa begitu saja melepaskan anaknya berselancar di dunia maya. Meski, tersedia mesin pencarian khusus anak.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore