Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2026 | 19.04 WIB

Spam Call ke Pengguna Smartphone Indonesia Meningkat, Modusnya Kini Merambah Pesan dan Link Palsu

Ilustrasi spam call. (Istimewa) - Image

Ilustrasi spam call. (Istimewa)

JawaPos.com - Panggilan penipuan atau spam call ke pengguna smartphone di Indonesia semakin meningkat dan sulit diabaikan. Data Kaspersky Who Calls menunjukkan, proporsi panggilan scam mencapai 10,24 persen dari seluruh panggilan yang ditandai pada Juni 2026, naik tajam dibandingkan 2,55 persen pada Januari.

Artinya, pengguna ponsel tidak cukup hanya mewaspadai nomor asing yang tiba-tiba menelepon. Penipu kini juga memanfaatkan pesan singkat, aplikasi percakapan, media sosial hingga tautan palsu untuk menjebak korban.

Data Kaspersky Who Calls sepanjang Januari-Juni 2026 memperlihatkan pola ancaman yang berubah-ubah. Panggilan scam sempat berada di level terendah 1,62 persen pada Februari, sebelum melonjak hingga 11,09 persen pada Mei dan berada di 10,24 persen pada Juni.

Fluktuasi tersebut menunjukkan bahwa ancaman penipuan melalui perangkat seluler tidak bergerak secara stabil. Pelaku dapat mengubah intensitas maupun metode serangan sesuai peluang yang tersedia.

Spam Masih Mendominasi Panggilan

Meski panggilan penipuan meningkat, spam tetap menjadi gangguan terbesar bagi pengguna smartphone Indonesia.
Sepanjang periode yang dianalisis, panggilan spam konsisten mencakup lebih dari 65 persen panggilan yang ditandai. Angkanya bahkan mencapai 74,7 persen pada April 2026.

Perbedaan antara spam dan scam menjadi penting bagi pengguna. Tidak semua panggilan yang mengganggu bertujuan mencuri uang atau data, tetapi komunikasi yang awalnya terlihat seperti spam dapat menjadi pintu masuk menuju penipuan.

Karena itu, pengguna smartphone perlu lebih berhati-hati ketika menerima panggilan, pesan atau tawaran yang meminta tindakan cepat, terutama jika diarahkan untuk membuka tautan atau memberikan informasi pribadi.

Ngerinya, ancaman terhadap pengguna smartphone kini bergerak jauh melampaui panggilan suara. Tautan phishing menjadi salah satu alat yang banyak digunakan untuk mengarahkan korban ke situs palsu yang menyerupai layanan atau merek resmi.

Pelaku dapat menggunakan domain palsu maupun teknik typosquatting, yakni membuat alamat situs yang dibuat mirip dengan situs sebenarnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore