
Ilustrasi: Green energy. (Istimewa)
JawaPos.com - PT IDSurvey menegaskan komitmen mereka dalam mendukung transformasi hijau dunia usaha di Indonesia. Direktur Utama IDSurvey Arisudono Soerono mengatakan, dengan jaringan 87 laboratorium, 144 cabang operasional, termasuk 12 layanan internasional, serta lebih dari 140 jenis layanan sertifikasi, mereka siap menjadi mitra strategis dalam mendampingi perusahaan menjalankan praktik bisnis hijau.
“Kami adalah jembatan antara standar keberlanjutan dan dunia usaha. Kami melihat peluang besar yaitu bisnis-bisnis yang ingin hijau, tapi belum tahu harus mulai dari mana. Di sinilah kami hadir sebagai enabler green business,” ujar Arisudono dalam keterangan tertulis yang diterima.
Selain itu, lanjut Arisudono, pihaknya juga akan menghadirkan tiga pilar utama layanan green business. Pertama, dekarbonisasi untuk membantu menurunkan emisi dan manajemen karbon. Kedua, eco-framework yang memastikan efisiensi sumber daya dan kepatuhan lingkungan. Ketiga, ESG & sustainability sebagai panduan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Tak berhenti di sana, klaim Arisudono, pihaknya juga melangkah lebih jauh dengan menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi. Data laboratorium yang semula hanya berupa angka dikonversi menjadi data digital, lalu diintegrasikan dengan peta sebaran polusi berbasis satelit.
Inovasi tersebut memungkinkan stakeholder melakukan deteksi dini, memberikan peringatan cepat, serta mengendalikan emisi secara lebih efektif berbasis sains.
"Salah satunya, proyek pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (POME) menjadi biogas untuk co-firing yang berhasil menghasilkan 33,7 ribu ton CO₂e carbon credit melalui IDXCarbon," katanya.
Arisudono menekankan bahwa krisis iklim merupakan tantangan nyata yang tidak bisa diabaikan. Fenomena gelombang panas, banjir, hingga kekeringan yang terjadi di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa perubahan iklim adalah konsekuensi dari aktivitas manusia sehari-hari.
“Perubahan iklim bukan hanya isu global, tetapi sudah menyentuh kehidupan sehari-hari kita. Tentang udara yang kita hirup, laut yang memberi makan, tanah tempat kita berpijak. Green business penting. Bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan mendesak untuk masa depan.” ujar dia.
“Green business bukan lagi pilihan. Tapi tanggung jawab sekaligus peluang,” sambungnya.
Dalam konteks ini, green business merupakan ekosistem yang meliputi banyak aspek. Antara lain penerapan tata kelola perusahaan yang transparan melalui prinsip ESG; pengelolaan limbah menjadi energi lewat konsep waste-to-energy; hingga upaya dekarbonisasi untuk menekan emisi karbon.
“Kita sedang berada di titik balik sejarah. Di mana kita bisa memilih untuk melanjutkan cara lama atau membangun cara baru. Di IDSurvey, kami memilih menjadi bagian dari solusi. Kami memilih untuk tidak netral terhadap masa depan. Mari bersama, kita bangun Indonesia yang tidak hanya maju, tapi juga berkelanjutan,” tutup Arisudono.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
