Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Desember 2023 | 02.21 WIB

Gandeng Swasta, KLHK dan Kemendikbudristek Gencarkan Sosialisasi Dini Atasi Persoalan Sampah Kemasan di Indonesia

Proses daur ulang limbah kemasan menjadi lebih berdaya guna. (Istimewa). - Image

Proses daur ulang limbah kemasan menjadi lebih berdaya guna. (Istimewa).

JawaPos.com - Permasalahan sampah plastik menjadi masalah krusial yang harus ditangani dan dicari solusi inovatifnya guna menyelamatkan bumi dari polusi sampah plastik. Oleh karenanya, kolaborasi multistakeholder mutlak diperlukan.
 
Dari sisi pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sendiri terus mendorong berbagai upaya mengurangi permasalahan sampah dan limbah khususnya kemasan produk pangan dan FMCG. Salah satu contoh yang gencar disosialisasikan adalah mendorong
masyarakat untuk bisa ikut menekan pelaku usaha untuk lebih peduli terhadap penanganan sampah kemasan dari produk yang dihasilkan. 
 
Karena saat ini, terdapat kebijakan yang mewajibkan pelaku usaha untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang berasal dari produk yang mereka hasilkan yang dikenal dengan kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR).
 
 
Sementara dari sisi pelaku usaha, untungnya saat ini banyak yang mulai sadar mengenai hal tersebut dan mendorong realisasi pemanfaatan kembali atau daur ulang sampah kemasan untuk lebih berdaya guna. Hal ini juga dilakukan oleh Nestle dengan melibatkan siswa Sekolah Dasar (SD) untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
 
Nestle Indonesia menegaskan komitmennya dalam kemasan berkelanjutan dengan meluncurkan produk hasil daur ulang berupa bangku dengan kerangka yang terbuat dari 100 % daur ulang plastik sachet dan flexible. Bersama dengan para mitra, Sustainable Waste Indonesia (SWI) dan KSM Sahabat Lingkungan, Nestle Indonesia melakukan pengumpulan sampah plastik pascakonsumsi untuk dikelola secara optimal.
 
Harapannya, hal tersebut dapat meningkatan angka daur ulang dan juga melakukan pengembangan produk guna mendukung terciptanya ekonomi sirkular. Produk daur ulang tersebut kemudian akan didistribusikan ke beberapa sekolah dasar (SD) sebagai upaya mendukung Gerakan Sekolah Sehat untuk aspek lingkungan milik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
 
 
Sebanyak 5.000 bangku daur ulang akan didistribusikan sebagai media edukasi lingkungan bagi siswa akan pentingnya pemilahan sampah agar dapat didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual yang lebih tinggi. 
 
“Kami memiliki ambisi besar untuk terus berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. Kami berharap inisiatif daur ulang ini dapat memberikan inspirasi kepada pasar Indonesia akan produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual yang tinggi, sehingga dapat tercipta ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” tutur Samer Chedid selaku Presiden Direktur Nestle Indonesia melalui keterangannya. 
 
Sejak tahun 2018, Nestle Global mengklaim terus menggalakkan komitmen penerapan kemasan berkelanjutan (packaging sustainability) pada operasional bisnisnya. Disebut-sebut hal itu merupakan kontribusi untuk melindungi, memperbaiki, dan memperbaharui bumi. 
 
 
Nestle Indonesia juga berkolaborasi dengan sejumlah pegiat dan pelaku usaha persampahan seperti TPS3R maupun mitra pelapak dan pendaur ulang dengan tujuan untuk meningkatkan angka pengelolaan sampah plastik dan memastikan dilakukan pemrosesan secara optimal seperti didaur ulang. 
 
Setiap kerangka bangku terbuat dari kurang lebih 25 kg sampah plastik sachet dan flexible, dari sampah rumah tangga yang dikelola di TPS3R Baraya Runtah dan sampah yang diperoleh dari mitra pelapak Abbas Plastindo. Sampah yang dikumpulkan dari kedua lokasi tersebut akan dilebur menjadi balok plastik, yang hasilnya dapat digunakan sebagai pengganti material kayu. 
 
Vinda Damayanti Ansjar selaku Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan, Pemerintah mengapresiasi komitmen PT Nestle Indonesia yang mendukung upaya pemerintah dalam penerapan bisnis berkelanjutan. 
 
 
"Peluncuran produk hasil daur ulang ini memperlihatkan eksplorasi Nestle bersama para mitra untuk tidak saja mengumpulkan sampah plastik namun juga hingga mengembangkan produk baru hasil pemanfaatan kemasan produk. Semoga inisiatif ini dapat menginsiprasi berbagai pihak untuk terus melakukan inovasi yang sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 75 tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sempah oleh Produsen," ungkap Vinda.
 
Bangku dengan kerangka yang terbuat dari plastik daur ulang ini akan didistribusikan kepada sekolah dasar sebagai dukungan terhadap Gerakan Sekolah Sehat untuk aspek lingkungan milik Kemendikbudristek.  Siswa tingkat SD sendiri diyakini merupakan jenjang penting untuk membentuk kebiasaan baik kepedulian kepada lingkungan, termasuk pengelolaan sampah, yang akan dibawa oleh seorang anak hingga dewasa nantinya. 
 
Nantinya, distribusi bangku akan disertai dengan pendampingan pengelolaan persampahan sekolah berbasis masyarakat untuk membentuk program yang berkelanjutan.
 
 
Sementara itu, Abdul Halim Muharam dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek juga mengapresiasi langkah tersebut bersama Nestle dan KLHK. Pihaknya turut mendukung inisiatif Nestle Indonesia dalam mensinergikan hasil produk daur ulang dengan edukasi kepedulian lingkungan kepada murid sekolah dasar untuk mendukung tumbuhnya perilaku bijak sampah sejak dini. 
 
"Bangku ini dapat menjadi contoh nyata bagi para siswa akan salah satu hasil akhir apabila mereka melakukan pemilahan sampah di sekolah maupun di rumah. Saya berharap kolaborasi Nestle dengan Gerakan Sekolah Sehat dapat mengembangkan pengelolaan persampahan yang lebih baik di sekolah dan mendukung terbentuknya generasi mendatang yang peduli terhadap lingkungan dan juga keberlanjutan bumi ini,” pungkasnya. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore