Nadia, salah satu pedagang Tanah Abang yang memanfaatkan TikTok Shop untuk berjualan. (Istimewa)
JawaPos.com - Bermunculannya platform jual beli barang digital, khususnya TikTok Shop disebut membuat para pedagang yang masih berjualan secara offline merugi. Selain karena pelanggan kini lebih memilih untuk berbelanja secara online ketimbang mendatangi langsung lokasi penjual, harga barang yang dijual lewat TikTok Shop juga lebih murah.
Nyatanya, tidak semua pedagang mengalami hal tersebut. Banyak dari mereka justru mengaku sangat terbantu dengan kehadiran e-commerce tersebut. Salah satunya adalah Nadia, pedagang di Pasar Tanah Abang.
Menurut Nadia, dalam satu tahun terakhir, hampir seluruh pedagang di Tanah Abang mulai familiar berkoar-koar secara live di TikTok Shop, termasuk dirinya.
"Biasanya ramai di bulan Ramadan saja. Sisanya, 10 bulan itu sepi. Nah, sejak ada TikTok Shop kita fokus jualan di sana, online. Konsumennya jadi lebih banyak lagi, lebih luas dari mana-mana karena memang harganya lebih murah. Banyak diskon untuk reseller, pakai harga grosir. Yang pasti, belanja ga perlu repot lagi ke Tanah Abang," ujar Nadia yang sudah 10 tahun bergelut di TikTok Shop.
Menggunakan akun bernama @TokoPutriBungsu, Nadia mengaku awalnya ia malu berjualan sembari menjadi host. Ia juga sempat meratapi nasib karena hanya sedikit yang menonton. Namun, Nadia kini sudah menuai hasilnya. Ia sudah mampu mempekerjakan 11 karyawan dan membuka lapangan kerja baru.
"Live ini benar-benar membantu kami sekali yang awalnya hanya mengandalkan pendapatan dengan cara jualan konvensional. Konsumen kami jadi lebih luas lagi," ujar Nadia.
Makanya, kata Nadia, ketika ada wacana untuk memisahkan fitur jualan di TikTok, ia dan teman-teman pedagang lainnya bingung.
"Kenapa tidak boleh berjualan di media sosial? Padahal terasa sekali bedanya. Orang-orang yang berbelanja di TikTok itu emang sebenarnya tidak niat berbelanja. Hanya saja ketika melihat konten yang kami buat terlihat menghibur, ada sisi humanis yang tersentuh. Mereka juga disuguhkan produk real, bisa melihat khasiat dari produk tersebut secara langsung. Ini yang kemudian membuat mereka tertarik. Yang tadinya cuma scroll cari hiburan, malah akhirnya jadi beli," papar Nadia.
Hal ini diamini oleh seorang afiliator TikTok Shop, Nahda Nabilla. Akunnya, yang kini telah memiliki lebih dari 300 ribu followers, kerap menyajikan konten marketing yang sifatnya soft selling. Untuk diketahui, hal yang dilakukan Nahda ini juga kerap dilakukan oleh para pengguna TikTok lainnya yang bergabung dalam program affiliate.
"Kita semua awalnya akan struggle untuk bisa live di TikTok. Sebulan-dua bulan pertama, kita kayak orang gila, ngomong sendiri di depan ponsel. Malu sih, tapi itu akan ada hasilnya seiring dengan berjalannya waktu dan konsistensi kita. Namun saat melihat keranjang kita terisi, langsung bisa kelihatan dari layar itu juga, kita jadi makin semangat," ujar Nahda.
Ia menegaskan, jika kebijakan pemerintah untuk memisahkan TikTok dengan TikTok Shop jadi dilakukan, yang terdampak bukan hanya seller, tapi juga afiliator seperti dirinya.
"Termasuk juga pemilik UMKM pada umumnya. Selain itu, pastinya lowongan pekerjaan tidak lagi bisa terbuka dengan luas. Malah bisa jadi mereka yang bergantung jualan online akan mengalami penurunan pendapatan, dan berimbas pada karyawan yang akan kehilangan pekerjaan," pungkas Nahda.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
