
Sujiwo Tejo
ENAM gunung yang selama ini tidur bangun kembali. Pasangan Raja-Ratu Singa Sastro-Jendro pastilah menyadari batas-batas bawaan para hewan kawulanya untuk sanggup memaknai itu semua. Riuhnya badai gunung yang datang semalam, biarlah mereka tafsirkan sendiri-sendiri. Mau ditafsirkan sebagai tatanan alami monggo. Sebagai tatanan khayali pun monggo.
Raja mengirim sinyal agar masing-masing hewan mengusut silsilah keluarganya. Adakah yang pada pohon silsilahnya terdapat kemampuan pikir tingkat filsuf. Misal ayahnya. Atau kakeknya. Terus naik lagi ke kumpinya, buyutnya, kelabnya canggahnya, warengnya, dan seterusnya. Termasuk para leluhur induknya di setiap generasi.
”Saya, wahai Paduka Raja. Moyang kami filsuf,” harimau angkat tangan, eh, angkat kaki depannya. ”Wareng kami kucing. Kesayangan periwayat hadis Abu Hurairah. Kalau bukan hewan perenung, mustahil sahabat Kanjeng Nabi itu begitu dekat dengan kucing.”
”Oooo, begitu. Hmmm ... Apa bukti kucing itu warengmu?”
”Ah, Paduka ngetes, ya? Kucing bukan cuma wareng kami. Beliau juga wareng kita. Maaf, wareng Paduka juga. Kita ini, menurut anak-anak SD yang pernah wisata hutan ke sini, dalam taksonomi masuk famili kucing.”
”Buktinya?” Sastro bertanya lagi. Jendro mencubitnya lembut karena tahu suaminya hanya menguji.
Harimau mengaum. ”Bukti bahwa kita famili kucing, anjing takut kucing. Anjing sanggup menerawang, jauh di lubuk kucing mendekam singa.”
Waduh! Raja singa berlompatan kegirangan. Ia bangga. Ia terbahak-bahak.
Harimau kemudian mencoba memaknai peristiwa alam, peristiwa bangun kembalinya enam gunung dari bobonya justru di tengah-tengah pandemi wabah. Menurutnya tatanan alami tak akan pernah runtuh. Tatanan itu tak bertumpu pada fondasi kepercayaan. Itu sebabnya!
”Besok pagi cheetah tidak akan menjadi gajah, jaguar tidak akan menjadi badak, walaupun mulai petang nanti seluruh hewan akan berhenti memercayai itu,” tutur harimau.
”Kalau tatanan khayali? Bagaimana, coba?” Ratu Jendro tak tahan ikutan nimbrung.
”Ratu, mohon maaf, tatanan khayali sangatlah rapuh. Seperti jomblo. Ia selalu menghadapi risiko roboh. Kenapa? Karena bergantung pada mitos bahwa jomblo itu hebat. Begitu mitos sudah digerogoti oleh ilmu pengetahuan atau oleh yang lain-lain, tatanan khayali terancam...”
”Harimau!” potong ratu. ”Kamu mau bilang bahwa Gunung Tangkuban Perahu yang sudah dibuktikan terbentuk oleh proses geologi semesta menggerogoti kepercayaan lama bahwa gunung itu adalah perahu yang ditendang Sangkuriang karena jengkel ke ibunya, Dayang Sumbi?”
”Ampun, Kanjeng Ratu. Bukan saya yang bilang.”
Raja singa mengambil alih pembicaraan. Kini pertanyaan ia alihkan kepada macan tutul salju. Eh, bertanya atau ngetes? Entahlah.
”Tul, Tul ... Betulkah kamu peka? Kalau bagi kalangan rakyat, data-data tentang jumlah warga kita yang sudah terpapar wabah masuk tatanan apa? Alami, seperti gunung gugah, atau khayali?”
”Wah, ampun, Paduka. Ini bukan pertanyaan. Ini lecutan. ’Tul? Raja mencambuk kami untuk berburu lebih jauh dan semakin menjauh lagi menuju garis di luar kejauhan, nun di luar batas cakrawala tempat kita berharap dapat menemukan buruan kami, yaitu jawaban.”
”Ngomong apa, sih?” bola mata ratu singa memandang ke atas, berputar-putar, dan mulutnya ngowoh.
”Ssssttt...Ratu, heninglah di Jumat Agung ini,” raja berbisik. ”Tul, Tul, betulkah kamu tahu jalan menuju jawaban itu?”
”Ke timur, Paduka. Di sana ada bokor kencana, bokor emas, dan paidon, tempat meludah. Pesan kucing, leluhur kita, seluruh hinaan rakyat ke Paduka tempatkan di bokor kencana. Seluruh puja dan puji mereka, Paduka buang ke paidon.”
Photo

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
