Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 September 2020 | 22.21 WIB

Dinas Pendidikan Surabaya Siapkan Pembelajaran di Sekolah

Simulasi belajar tatap muka digelar di SMP 15 Kota Surabaya pada Senin (3/8). Pemkot Surabaya/Antara - Image

Simulasi belajar tatap muka digelar di SMP 15 Kota Surabaya pada Senin (3/8). Pemkot Surabaya/Antara

JawaPos.com–Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, mempersiapkan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan di sekolah. Meski begitu, belum ada keputusan mengenai kapan kegiatan belajar mengajar bisa kembali dilakukan di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Supomo seperti dilansir dari Antara di Surabaya mengatakan, pengkajian rencana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah dalam tahap final.

”Kami masih menunggu perkembangan kondisi Surabaya terkait data warga terkonfirmasi Covid-19, khususnya dalam hal ini adalah stakeholder (pemangku kepentingan) di dalam pendidikan, yaitu guru, wali murid, dan anak-anak,” kata Supomo Minggu (27/9).

Menurut dia, ketika sudah diputuskan dibuka, sekolah itu dibuka seterusnya. Nah, salah satu yang dipersiapkan dan telah berjalan adalah swab test kepada guru. Ke depan pihaknya juga melakukan test swab untuk anak-anak. Pemeriksaan spesimen usap untuk mendeteksi penularan Covid-19 dilakukan untuk memastikan semua yang datang dan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dalam keadaan sehat.

”Kalau tidak cermat bisa menjadi penularan, kita khawatir di situ. Oleh karena itu, kita memastikan siapapun nanti yang mengikuti pendidikan tatap muka semuanya harus sehat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jadi ketika belajar tatap muka itu dibuka diharapkan tidak sampai terjadi klaster di lingkungan sekolah,” ucap Supomo.

Selain itu, menurut dia, dinas melakukan pendataan mengenai kondisi murid dan wali murid. ”Kita juga melakukan pendataan kepada wali murid. Jangan sampai nanti anak pulang kemudian tertular dan keluarganya menjadi tertular juga, jangan sampai itu,” papar Supomo.

Supomo menjelaskan, pengkajian rencana pelaksanaan pembelajaran di sekolah dilakukan dengan melibatkan ahli kesehatan dan epidemiologi. Mereka antara lain dimintai masukan dalam penyusunan prosedur operasional standar pelaksanaan pembelajaran di sekolah yang aman dari Covid-19.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=HHjHFnAwYxA

 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore