Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Agustus 2020 | 03.19 WIB

Surabaya Butuh Wali Kota yang Mampu Dikritik

TEKAN KERUMUNAN: Jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani yang biasanya ramai oleh lalu-lalang kendaraan menjadi sepi menjelang pemberlakuan jam malam. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

TEKAN KERUMUNAN: Jalan protokol seperti Jalan Ahmad Yani yang biasanya ramai oleh lalu-lalang kendaraan menjadi sepi menjelang pemberlakuan jam malam. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com–Jelang Pilkada Surabaya pada Desember, mantan wali kota Surabaya sekaligus anggota DPR Bambang D.H. mengingatkan bakal calon wali kota untuk mendengar yang tidak terdengar. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk mencari pemimpin yang mampu berdialog dengan semua kalangan.

”Bukan cuma sekadar blusukan tapi mampu menyadari. Misalnya melihat toilet yang nggak ada, kemudian peka dan tahu apa yang dibutuhkan. Harus sensitif. Kalau sudah sensitif, bisa mulai dengan bertanya dan berdialog dengan masyarakat. Apalagi Ketika masyarakat menunggu untuk ditanya, bukan mengeluh dan menyampaikan aspirasi duluan,” ujar Bambang D.H pada Senin (10/8).

Menurut dia, sosok wali Kota Surabaya harus tahu apa yang dibutuhkan. Langkah yang bisa dilakukan dengan mengundang ketua RW, RT, kepala sekolah, pelajar SD, SMP, SMA/SMK negeri dan swasta, serta tokoh se-Surabaya. ”Dengarkan asiprasi, keluhan, bahkan curhatan mereka. Jadi ada sesi dialog, saling mendengarkan. Bahkan sampai yang menyerang wali kota,” tutur Bambang.

Dia  menyayangkan bila pemimpin memilih untuk duduk di belakang meja dan mengelak ketika mendapatkan kritik. ”Harusnya didengarkan dan dijadikan evaluasi. Apalagi ketika ada forum komunikasi antara pemimpin atau pemerintah kota dengan masyarakat dari berbagai latar belakang,” ungkap Bambang D.H.

Dari forum komunikasi itu, menurut Bambang, pemimpin akan menemukan celah dalam masyarakat untuk dibenahi. Tidak jarang dalam forum komunikasi itu ada kritik atau tudingan terhadap pemimpin. ”Nah, itu harus dihadapi. Jangan malah melupakan kritik dan keluhan masyarakat. Justru segala jenis kritik bisa menjadi alat untuk membangun dan membuat kebijakan lebih baik untuk masyarakat,” ucap Bambang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=zKtmnIQuWsE

 

https://www.youtube.com/watch?v=Wo5BiizygtM

 

https://www.youtube.com/watch?v=Nkz8JXQOiIM

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore