Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 November 2020 | 01.48 WIB

Ada Protokol Kesehatan, KPU Surabaya Batasi Massa Debat Publik Pilwali

Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi ditemui pasca media briefing pada Rabu (4/11). Rafika Yahya/Jawaos.com - Image

Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi ditemui pasca media briefing pada Rabu (4/11). Rafika Yahya/Jawaos.com

JawaPos.com–Kehadiran massa dalam debat publik pasangan calon (paslon) Pilwali Surabaya tahap pertama dibatasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya. Debat tersebut akan digelar pada Rabu (4/11) malam di Hotel J.W. Marriot Surabaya.

Dalam media briefing pada Rabu (4/11) sore, Mahmud Suhermono, perwakilan lembaga penyiaran JTV mengatakan, warga bisa menonton siaran melalui YouTube. ”Untuk siaran televisi bisa langsung menonton di JTV, SBO TV, dan TVRI,” tutur Mahmud Suhermono.

Sementara itu, awak media lainnya, tidak diperkenankan masuk ke ruangan debat. Hal itu dilakukan untuk menjaga protokol kesehatan.

”Reporter tidak diperkenankan masuk karena harus mematuhi prosedur protokol kesehatan tentang physical distance. Kami tidak bisa menyediakan tempat. Kalau ada kerumunan nanti ditegur satgas Covid,” papar Mahmud Suhermono.


Pengecualian dilakukan bagi beberapa fotografer untuk mengambil gambar. Hanya saja, jumlahnya dibatasi. Ada sistem pergantian. Sehingga tidak semua bisa masuk dan tinggal di dalam.  ”Nanti fotografer kita atur per lima orang. Kawan-kawan bisa masuk dengan memakai ID Card untuk mengambil gambar. Masing-masing 5  menit,” ujar Mahmud Suhermono.

Sementara itu, Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi menegaskan, pihaknya tidak menyediakan tempat khusus bagi awak media yang meliput kegiatan debat. Hanya saja, dia mempersilakan media untuk melakukan doorstop setelah debat berlangsung.

”Kami tidak menyediakan tempat preskon. Kami tidak punya otoritas untuk di luar ballroom. Mungkin teman-teman media bisa melakukan doorstop usai debat,” ujar Nur Syamsi.

Dia mengakui, sistem itu cukup menyulitkan. Sebab, KPU ingin tetap menjalin kerja sama dengan awak media dengan datang ke tempat. Hanya saja, protokol kesehatan harus tetap dipatuhi. ”Kami berharap support dari teman-teman media di Kota Surabaya tidak berubah dan tidak terpengaruh pandemi Covid-19,” kata Nur Syamsi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ozxrtHwwB0w

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore