Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 September 2026 | 20.44 WIB

Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Bertambah, 35 Santri Kini Mengeluh Mual

Bupati Sidoarjo Subandi menengok santri Ponpes Manbaul Hikam yang keracunan MBG pada Selasa (1/9) (Dok.Ardini Pramitha/JawaPos.com)
JawaPos.com - Korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo bertambah. Sebanyak 35 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo baru mengeluhkan gejala dugaan keracunan pada hari kedua, Rabu (2/9). 
Dugaan keracunan itu terjadi setelah mereka mengongsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kemarin, Selasa (1/9). Tenaga kesehatan Puskesmas Tanggulangin Agung menyampaikan bahwa mereka kemudian dirujuk ke beberapa rumah sakit. 
"Yang mengeluh sudah dibawa ke RS Pusura, RS Delta Surya, dan RSI Siti Hajar," kata Agung. Adanya kasus baru itu, menambah jumlah korban yang mengalami keracunan. Sebelumnya 531 kini menjadi 566. 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmita Herawati mengatakan rata-rata korban mengeluh mual dan pusing. Dia menjelaskan butuh waktu 4-5 jam agar korban cepat pulih jika gejala yang dirasakan tidak terlalu berat. 
 "Ya, tergantung dari kondisinya. Kalau bagus saja rehidrasi saja cukup ya cepat. Dalam waktu 4-5 jam sudah selesai," katanya.  - Image

Bupati Sidoarjo Subandi menengok santri Ponpes Manbaul Hikam yang keracunan MBG pada Selasa (1/9) (Dok.Ardini Pramitha/JawaPos.com) JawaPos.com - Korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo bertambah. Sebanyak 35 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo baru mengeluhkan gejala dugaan keracunan pada hari kedua, Rabu (2/9).  Dugaan keracunan itu terjadi setelah mereka mengongsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kemarin, Selasa (1/9). Tenaga kesehatan Puskesmas Tanggulangin Agung menyampaikan bahwa mereka kemudian dirujuk ke beberapa rumah sakit.  "Yang mengeluh sudah dibawa ke RS Pusura, RS Delta Surya, dan RSI Siti Hajar," kata Agung. Adanya kasus baru itu, menambah jumlah korban yang mengalami keracunan. Sebelumnya 531 kini menjadi 566.  Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmita Herawati mengatakan rata-rata korban mengeluh mual dan pusing. Dia menjelaskan butuh waktu 4-5 jam agar korban cepat pulih jika gejala yang dirasakan tidak terlalu berat.   "Ya, tergantung dari kondisinya. Kalau bagus saja rehidrasi saja cukup ya cepat. Dalam waktu 4-5 jam sudah selesai," katanya. 

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore