
Bupati Sidoarjo Subandi menengok santri Ponpes Manbaul Hikam yang keracunan MBG pada Selasa (1/9) (Dok.Ardini Pramitha/JawaPos.com) JawaPos.com - Korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo bertambah. Sebanyak 35 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam Tanggulangin Sidoarjo baru mengeluhkan gejala dugaan keracunan pada hari kedua, Rabu (2/9). Dugaan keracunan itu terjadi setelah mereka mengongsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kemarin, Selasa (1/9). Tenaga kesehatan Puskesmas Tanggulangin Agung menyampaikan bahwa mereka kemudian dirujuk ke beberapa rumah sakit. "Yang mengeluh sudah dibawa ke RS Pusura, RS Delta Surya, dan RSI Siti Hajar," kata Agung. Adanya kasus baru itu, menambah jumlah korban yang mengalami keracunan. Sebelumnya 531 kini menjadi 566. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmita Herawati mengatakan rata-rata korban mengeluh mual dan pusing. Dia menjelaskan butuh waktu 4-5 jam agar korban cepat pulih jika gejala yang dirasakan tidak terlalu berat. "Ya, tergantung dari kondisinya. Kalau bagus saja rehidrasi saja cukup ya cepat. Dalam waktu 4-5 jam sudah selesai," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
