Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 September 2026 | 19.44 WIB

Tragedi Keracunan MBG Di Ponpes Sidoarjo, LPA Jatim Desak Evaluasi Total

Suasana RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo di mana santri Ponpes Manbaul Hikam mendapat perawatan (Dok.Dadang Kurnia/JawaPos.com) - Image

Suasana RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo di mana santri Ponpes Manbaul Hikam mendapat perawatan (Dok.Dadang Kurnia/JawaPos.com)

 JawaPos.com - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur turut menyoroti tragedi keracunan massal yang menimpa ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (1/9). Ratusan santri tersebut bertumbangan diduga akibat mengonsumsi hidangan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Pengurus LPA Jawa Timur, Isa Ansori mengatakan, peristiwa ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat sistem child safety dalam penyelenggaraan program MBG. Setiap kejadian keracunan massal harus menjadi bahan evaluasi sistemik agar tidak berulang di tempat lain.

"Anak tidak boleh menjadi objek uji coba kebijakan. Anak adalah subjek yang hak keselamatannya harus dijamin negara," kata Isa kepada JawaPos.com, Rabu (2/9).

Isa menegaskan, kejadian ratusan santri yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG harus dianggap sebagai kejadian yang serius yang patut menjadi perhatian.

Selain itu, Isa meminta pemerintah melakukan investigasi menyeluruh, bukan hanya mencari siapa yang salah, tetapi menemukan di titik mana sistem perlindungan anak dan pengawasan keamanan pangan mengalami kegagalan.

"Harus diperiksa seluruh rantai penyelenggaraan MBG, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, sanitasi dapur, penyimpanan, pengemasan, suhu dan waktu distribusi, sampai makanan diterima dan dikonsumsi anak," ujarnya.

Isa mengingatkan, karena penerima MBG sebagian besar adalah anak-anak, maka prinsipnya makanan tersebut tidak cukup hanya memenuhi unsur gizi, tetapi juga harus aman, higienis, dan layak dikonsumsi.

"Saya juga mendorong agar makanan yang diduga terkait kejadian ini segera diamankan sebagai sampel pemeriksaan dan distribusi dari sumber yang sama dihentikan sementara sampai ada kepastian keamanan," ucapnya.

Ia pun mewanti-wanti agar program MBG yang digulirkan pemerintah tidak hanya berorientasi pada target jumlah penerima dan mengalahkan prinsip utama perlindungan anak. Menurutnya, program yang baik harus memastikan anak mendapatkan makanan yang bergizi sekaligus aman.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore