
BERI PENDAPAT: E.L. Sajogo, kuasa hukum PT JFC dari MS&A Law Firm. (ESTU FARIDA LESTARI/JAWA POS)
JawaPos.com -
Nany Widjaja menghadirkan ahli Didied Poernawan Affandy dari Universitas Brawijaya dalam menghadapi gugatan PT Java Fortis Corporindo di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (26/8). PT JFC menggugat mantan direkturnya, Nany Widjaja karena tidak dapat mempertanggungjawabkan uang perusahaan senilai Rp 21,4 miliar untuk pembangunan industrial estate di Jombang.
Didied menjelaskan Agreed-Upon Procedures (AUP), audit investigasi, dan kaitannya dengan pembuktian kerugian. AUP adalah pemeriksaan oleh auditor atau praktisi independen berdasarkan prosedur pengujian tertentu yang telah disepakati bersama antara perusahaan dan pihak yang berkepentingan.
Menurut dia, AUP perlu ditindaklanjuti dengan audit investigasi. "Apabila terdapat indikasi kecurangan dan diperlukan kesimpulan mengenai kerugian, perlu dilakukan audit investigasi," kata Didied dalam persidangan.
AUP hanya merupakan fact finding dan belum memberikan kesimpulan menyeluruh mengenai adanya kerugian. Meski begitu, Didied mengakui bahwa AUP merupakan prosedur untuk menemukan dan melaporkan fakta berdasarkan prosedur yang telah disepakati. AUP memang tidak memberikan opini, tetapi tetap menghasilkan temuan faktual.
Kuasa hukum tergugat, Richard Handiwiyanto, mengatakan bahwa menegaskan bukti yang dilampirkan penggugat berupa hasil audit AUP dan laporan keuangan tidak bisa dipakai untuk membuktikan perbuatan melawan hukum Nany Widjaja dalam pembelian lahan di Jombang.
"Intinya ahli dari kami, selaku tergugat menjelaskan secara gamblang bahwa hasil audit AUP yang dilampirkan oleh penggugat tidak bisa menjadi bukti dugaan pembelian lahan oleh klien saya," kata Richard.
Di sisi lain, kuasa hukum PT JFC, E.L. Sajogo dari MS&A Law Firm, menegaskan bahwa hasil audit AUP bukan satu-satunya bukti yang dilampirkan dalam perkara Nany Widjaja. Ada banyak bukti lainnya, termasuk bukti-bukti transfer kepada afiliasi tergugat yang tidak bisa dibantah oleh tergugat.
Selain itu, audit AUP sudah ditindaklanjuti oleh perseroan dengan pembuatan Audit Laporan Keuangan yang menyeluruh, dimana hasil Audit Laporan keuangan dan audit AUP dilakukan oleh dua auditor yang berbeda dengan hasil serta kesimpulan yang sama. Yaitu terdapat penyimpangan keuangan perseroan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh direksi perseroan, yaitu Nany Widjaja.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
