
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Tak terasa, dua pekan sudah berlalu sejak tragedi ambruknya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, yang menelan puluhan korban jiwa, Senin (19/10).
Meski proses hukum terus berjalan, hingga Rabu sore (15/10), Polda Jawa Timur belum juga menetapkan satu pun tersangka alias sosok yang harus bertanggung jawab atas peristiwa tragis tersebut.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pihaknya telah menggelar gelar perkara dan menaikkan proses hukum dari penyelidikan menjadi penyidikan pada Rabu (8/10).
Kemudian mulai Senin (13/10), tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimsus) mulai melakukan pemanggilan saksi.
"Dalam artian pemeriksaan awal di sini kami adalah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, ya, untuk mencari keterangan yang dapat membuktikan dugaan adanya unsur pidana," tutur Kombes Pol Jules, Rabu (15/10).
Kendati demikian, Polda Jawa Timur belum memberikan keterangan mengenai jumlah saksi yang dipanggil dalam tahap penyidikan. Begitu pula dengan latar belakang saksi, apakah itu santri, pengurus ponpes, atau pihak konstruksi.
"Terkait dengan pemeriksaan saksi, secara pastinya tidak bisa saya sebutkan pada kesempatan ini, apakah sudah ada saksi dengan latar belakang pondok atau dari luar pondok, kami masih didalami," imbuhnya.
Kombes Pol Jules memastikan Polda Jatim akan mengusut tuntas kasus ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, dua pekan lalu. Proses penyidikan pun akan dilakukan dengan hati-hati dan cermat.
"Pihak keluarga juga masih dalam proses berduka. Nah, tentu kita harus menghargai itu, kita harus menghormati sehingga (proses hukum) tidak dilakukan dengan tergesa-gesa. Proses masih berjalan, kami mohon waktu," pungkasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.
Setelah 9 hari melakukan pencarian, operasi SAR ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. Data terakhir, korban dalam tragedi ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part.
Hingga kini, proses identifikasi jenazah korban masih dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara. Dari puluhan korban meninggal dunia, 58 orang berhasil teridentifikasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022