
Ahli ITS Bongkar Penyebab Bangunan 4 Lantai Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo Tiba-Tiba Ambruk. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ahli Konstruksi Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Muji Himawan mengungkap penyebab ambruknya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Menurutnya, insiden itu termasuk kegagalan struktur, terlihat dari kerusakan parah pada kolom, balok, hingga plat yang semuanya hancur total, menandakan bangunan runtuh sepenuhnya tanpa sisa penopang.
"Jadi ada sebagian elemen struktur yang terhubung dengan beberapa gedung di sekelilingnya. Alhamdulillah tidak sampai tertarik dengan keras sehingga langsung putus," ujar Muji di posko darurat, Rabu (1/10).
Lokasi bangunan runtuh yang berdekatan gedung sekitarnya menjadi atensi Tim SAR Gabungan. Proses evakuasi pun dilakukan dengan berhati-hati agar bangunan di sekitarnya tidak ikut ambruk.
"Ini menjadi konsen kita. Jangan sampai saat kita melakukan pergerakan atau pengambilan struktur sampai berdampak pada gedung sebelah, sehingga menyelamatkan gedung sebelah juga harus kita pikirkan," imbuhnya.
Sementara terkait bangunan yang rubuh, puing bangunan akan diangkat sedikit demi sedikit menggunakan teknologi canggih, sehingga membantu Tim SAR gabungan untuk mencapai korban segera.
"(Terkait detail kegagalan konstruksi) itu teknis ya, tetapi kegagalan struktur adalah bahwa elemen strukturnya sudah gagal. Kalau kenapa dan sebagainya, kita belum melakukan penelitian dan pengecekan," tukas Muji.
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan empat lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan Kantor Basarnas Surabaya, Selasa malam (30/9) sebanyak 100 orang santri menjadi korban tragedi ini.
Dari jumlah korban tersebut, 3 orang dilaporkan meninggal dunia. Mereka adalah Maulana Affan Ibrahimafic, 15 tahun, warga Surabaya; Mochammad Mashudul Haq, 14 tahun, warga Surabaya; dan Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Bangka Belitung.
Hingga berita ini ditulis, Rabu (1/10) pukul 12.30 WIB, Tim SAR gabungan terus berjibaku untuk menyelamatkan korban. Alat berat sudah stanby sejak Senin (29/9), namun hingga kini belum digunakan karena struktur bangunan rapuh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022