Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 12.23 WIB

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sampaikan Pesan Kebersamaan dalam Teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit

Pesan kebersamaan dalam teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan, Minggu (21/9). (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Pesan kebersamaan dalam teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan, Minggu (21/9). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sukses menggelar Teatrikal Perobekan Bendera di Depan Hotel Majapahit (dulu bernama Yamato), Jalan Tunjungan, Surabaya, pada Minggu (21/9).

Teatrikal ini menjadi acara tahunan, yang digelar Pemkot Surabaya untuk memeringati peristiwa sejarah 19 September 1945. Saat itu, arek-arek Suroboyo berjuang mengibarkan Bendera Merah Putih.

Teatrikal Perobekan Bendera bertajuk Surabaya Merah Putih, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Ribuan warga begitu antusias dan memadati Jalan Tunjungan sejak pagi hari. 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ikut tampil dan memerankan tokoh Residen Soedirman. Menurut dia, pengibaran bendera Merah Putih memiliki filosofi kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan.

"Saya hari ini menjadi Residen Soedirman, tadi (dalam teatrikal) menyampaikan amanat dari Presiden (Soekarno) untuk mengibarkan bendera Merah Putih sejak 1 September 1945," tutur Eri seusai teatrikal, Minggu (21/9).

Melalui aksi teatrikal ini, dia mengajak warga untuk terus menyalakan semangat persatuan, mengenang keberanian arek-arek Suroboyo memanjat atap Hotel Majapahit, demi merobek bendera Biru menjadi Merah Putih. 

"Saya katakan, jangan pernah hilang sejarah ini, jadikan Surabaya ini penuh dengan kejujuran, penuh dengan cinta dan kasih sayang. Karena itu saya berharap dengan acara ini, semangat arek-arek Surabaya terus berkobar," imbuh Eri.

Dia ingin warga Kota Surabaya saling bergandeng tangan, tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, dan sebagainya, demi menjaga  Surabaya sebagai Kota yang aman, dan nyaman, dan penuh kebersamaan.

terus saling bergerak bersama untuk menjadikan Surabaya ini kota yang aman, kota yang nyaman, kota yang bisa menjalatakan seluruh warganya. Dengan cara bergotong-royong.

"Karena harga diri terlalu mahal ditukar, arek arek Suroboyo tahu, mati lebih baik daripada dijajah lagi. Dari berbagai suku dan keyakinan, arek Suroboyo bersatu. Kami dan sudi diinjak karena kami ingin Merdeka," seru Eri dalam Teatrikal.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore