
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya bersama Polsek jajaran berhasil mengungkap 70 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan 42 tersangka. (Istimewa)
JawaPos.com - Polrestabes Surabaya mengungkapkan jalur pelarian para pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Surabaya. Menurut polisi, Sepanjang 2025, lebih dari 80 persen sepeda motor yang dicuri di Surabaya dilarikan ke Pulau Madura.
Hal itu diungkapkan oleh Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan dalam sebuah Forum Group Discussion (FGD) bersama Pemkot Surabaya baru-baru ini.
"Jadi, dari hasil pelaku yang kita tangkap kita lakukan screening, tujuannya ke mana saja. Itu data yang kita dapat 80,4 persen dari awal 2025 sampai sekarang (dibawa ke Madura)," tutur Luthfie, Rabu (4/6).
Selain Pulau Madura, daerah-daerah sekitar Kota Surabaya, seperti Kabupaten Gresik, Pasuruan, hingga kawasan Tapal Kuda juga menjadi tujuan pelaku untuk melarikan sepeda motor hasil curiannya. Namun, mayoritas tetap ke Madura.
Luthfie menegaskan bahwa jajaran kepolisian tidak tinggal diam dan terus memburu pelaku curanmor. Ia lantas menyebut dalam sepekan, tim Reskrim Polrestabes Surabaya bisa menangkap rata-rata pelaku aksi curanmor.
Tidak hanya memburu pelaku curanmor, Polrestabes Surabaya juga bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mencegah terjadinya curanmor, yang belakangan marah dan semakin meresahkan.
“Bahwa prinsipnya bagaimana menghilangkan kesempatan. Itu yang pertama dengan memasang portal (di setiap kampung), lalu peningkatan patroli dengan tiga pilar, itu yang kita giatkan," imbuhnya.
Luthfie menegaskan bahwa untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kota dari aksi curanmor, diperlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk tokoh agama, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
“Tidak saja mengedukasi supaya tidak menjadi pencuri, tetapi juga mengedukasi bahwa memiliki kendaraan tanpa surat itu juga merupakan aib,” seru mantan Dirreskrimsus Polda Jawa Timur itu.
Di sisi lain, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan Pemkot berkomitmen menjaga keamanan kota. Salah satu fokusnya adalah mencegah aksi pencurian sepeda motor yang dikeluhkan banyak warga.
Salah satu langkahnya, Pemkot bersama Polrestabes Surabaya akan menempatkan satu petugas polisi di setiap RW. Selain itu, personel Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran juga dikerahkan menjaga lingkungan.
“Jadi nanti polisi RW itu bertanggung jawab (menjaga keamanan di setiap RW) sehingga kalau personelnya terbatas, satu polisi memegang berapa RW, dibantu oleh Satpol PP dan PMK," tuturnya.
Eri Cahyadi menyebut dalam waktu dekat, ia akan mengumpulkan Ketua RW untuk sosialisasi keamanan perkampungan. Setelah itu, program keamanan kampung diharapkan bisa berjalan paling cepat pada Juli atau Agustus 2025.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
