Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 13.45 WIB

Polrestabes Surabaya Ungkap Jalur Pelarian Curanmor di Surabaya, Ternyata 80 Persen Motor Curian Dibawa Kabur ke Madura!

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya bersama Polsek jajaran berhasil mengungkap 70 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan 42 tersangka. (Istimewa) - Image

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya bersama Polsek jajaran berhasil mengungkap 70 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan 42 tersangka. (Istimewa)

JawaPos.com - Polrestabes Surabaya mengungkapkan jalur pelarian para pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Surabaya. Menurut polisi, Sepanjang 2025, lebih dari 80 persen sepeda motor yang dicuri di Surabaya dilarikan ke Pulau Madura.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan dalam sebuah Forum Group Discussion (FGD) bersama Pemkot Surabaya baru-baru ini.

"Jadi, dari hasil pelaku yang kita tangkap kita lakukan screening, tujuannya ke mana saja. Itu data yang kita dapat 80,4 persen dari awal 2025 sampai sekarang (dibawa ke Madura)," tutur Luthfie, Rabu (4/6).

Selain Pulau Madura, daerah-daerah sekitar Kota Surabaya, seperti Kabupaten Gresik, Pasuruan, hingga kawasan Tapal Kuda juga menjadi tujuan pelaku untuk melarikan sepeda motor hasil curiannya. Namun, mayoritas tetap ke Madura.

Luthfie menegaskan bahwa jajaran kepolisian tidak tinggal diam dan terus memburu pelaku curanmor. Ia lantas menyebut dalam sepekan, tim Reskrim Polrestabes Surabaya bisa menangkap rata-rata pelaku aksi curanmor.

Tidak hanya memburu pelaku curanmor, Polrestabes Surabaya juga bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mencegah terjadinya curanmor, yang belakangan marah dan semakin meresahkan.

“Bahwa prinsipnya bagaimana menghilangkan kesempatan. Itu yang pertama dengan memasang portal (di setiap kampung), lalu peningkatan patroli dengan tiga pilar, itu yang kita giatkan," imbuhnya. 

Luthfie menegaskan bahwa untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kota dari aksi curanmor, diperlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk tokoh agama, akademisi, hingga tokoh masyarakat.

“Tidak saja mengedukasi supaya tidak menjadi pencuri, tetapi juga mengedukasi bahwa memiliki kendaraan tanpa surat itu juga merupakan aib,” seru mantan Dirreskrimsus Polda Jawa Timur itu.

Di sisi lain, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan Pemkot berkomitmen menjaga keamanan kota. Salah satu fokusnya adalah mencegah aksi pencurian sepeda motor yang dikeluhkan banyak warga.

Salah satu langkahnya, Pemkot bersama Polrestabes Surabaya akan menempatkan satu petugas polisi di setiap RW. Selain itu, personel Satpol PP dan petugas pemadam kebakaran juga dikerahkan menjaga lingkungan.

“Jadi nanti polisi RW itu bertanggung jawab (menjaga keamanan di setiap RW) sehingga kalau personelnya terbatas, satu polisi memegang berapa RW, dibantu oleh Satpol PP dan PMK," tuturnya.

Eri Cahyadi menyebut dalam waktu dekat, ia akan mengumpulkan Ketua RW untuk sosialisasi keamanan perkampungan. Setelah itu, program keamanan kampung diharapkan bisa berjalan paling cepat pada Juli atau Agustus 2025. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore