Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Mei 2025 | 04.55 WIB

Gara-Gara Sakit Hati, Karyawan Cuci Mobil di Surabaya Curi Motor Rekan Kerja, Dijual di Suramadu, Lalu Kabur ke Kalimantan

MFR (tengah), pelaku pencurian motor yang dilakukan atas dasar sakit hati pada rekan kerjanya. (Juliana Christy/JawaPos.com) - Image

MFR (tengah), pelaku pencurian motor yang dilakukan atas dasar sakit hati pada rekan kerjanya. (Juliana Christy/JawaPos.com)

JawaPos.com - Hanya gara-gara sakit hati, seorang pria nekat mencuri motor rekan kerjanya sendiri di tempat pencucian mobil.

Aksi pencurian ini tidak hanya merugikan korban, tetapi juga memaksa aparat kepolisian melakukan pengejaran lintas daerah sebelum pelaku akhirnya berhasil diamankan di Surabaya.

Kejadian ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/14/III/2025/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR yang dilaporkan pada 1 Maret 2025.

Pelaku, MFR (26), warga Bekasi Utara, Jawa Barat, merupakan karyawan di tempat cuci mobil yang sama dengan korban.

“Pelaku mencuri sepeda motor Honda Vario 125 tahun 2024 dengan nomor polisi L 2791 BAV milik korban saat korban tertidur. Kunci kontak motor diambil dari dalam tas korban,” ujar Kapolsek Gunung Anyar Iptu Sumianto Harsya Fahroni, Jumat (9/5).

Pelaku mengaku sakit hati karena merasa difitnah oleh korban terkait kinerjanya. “Saya baru masuk kerja, tapi dia sudah fitnah saya katanya cucian saya nggak bersih. Terus saya dipindah ke bengkel poles, dia nggak terima, mungkin iri. Saya sakit hati, Pak,” ungkap MFR saat diinterogasi.

Meski mengaku pencurian itu dilakukan secara spontan, dampaknya tidak kecil. Motor korban langsung dijual di kawasan Suramadu seharga Rp 4 juta kepada seseorang yang dikenalnya melalui Facebook.

“Transaksi dilakukan di warung kopi dekat jembatan Suramadu. Setelah itu saya langsung pergi dan nggak ada komunikasi lagi,” kata MFR.

Uang hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan pribadi dan anaknya. “Uangnya saya pakai untuk beli susu anak, kebutuhan sekolah, dan kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Setelah mencuri dan menjual motor, MFR sempat kabur ke Kediri, lalu ke Kalimantan untuk bekerja sebagai perekrut tenaga kerja sawit.

Setelah satu bulan penyelidikan, pelaku akhirnya dibekuk oleh Unit Reskrim Polsek Gunung Anyar di sebuah kos-kosan di Jalan Kendangsari, Surabaya, pada 2 April 2025 pukul 10.00 WIB.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain BPKB kendaraan dan surat keterangan dari leasing FIF. Sementara sepeda motor telah dijual dan tidak ditemukan dalam kondisi fisik.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” tegas Iptu Harsya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore