Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Mei 2025 | 02.06 WIB

Poster Penuh Tuntutan, Hari Buruh Jadi Panggung Aspirasi Buruh Jatim, dari Pajak hingga Rumah Murah di May Day Surabaya

Berbagai poster berisi tuntutan dibawa oleh buruh di May Day 2025. (Juliana Christy/JawaPos.com) - Image

Berbagai poster berisi tuntutan dibawa oleh buruh di May Day 2025. (Juliana Christy/JawaPos.com)

JawaPos.com–Aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur tidak hanya diwarnai orasi lantang dan gemuruh bendera serikat. Tapi juga semarak poster-poster penuh warna yang menyuarakan aspirasi buruh secara lugas dan menyentuh.

Ribuan massa yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan aliansi serikat pekerja lain seperti SPN, SPSI, FSRP, serta SPI, membawa berbagai poster berisi tuntutan konkret atas persoalan yang mereka hadapi.

Di antara kerumunan, tampak para buruh memegang poster dengan kalimat-kalimat seperti Hapus Pajak Penghasilan (PPh 21) Buruh Perempuan yang Jadi Tulang Punggung Keluarga, Naikkan Aturan Penghasilan Tidak Kena Pajak dari 4,5 Juta Menjadi 10 Juta, hingga Hapus Pajak Sepeda Motor di Bawah 150 CC.

Tuntutan ini merefleksikan beban yang selama ini mereka rasakan akibat kebijakan fiskal yang dinilai tidak berpihak kepada pekerja berpenghasilan rendah. Terutama perempuan.

Selain itu, muncul pula seruan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, seperti hunian dan pendidikan. Beberapa poster bertuliskan Sediakan Rumah Murah Bersubsidi untuk Buruh di Jawa Timur dan Wujudkan Universal Health Coverage (UHC) Program Jaminan Kesehatan Nasional di Jawa Timur.

Para buruh juga meminta agar peraturan daerah tentang sistem jaminan pesangon segera dibahas dan disahkan, sebagaimana tertulis dalam poster Bahas & Sahkan Perda Jatim tentang Sistem Jaminan Pesangon.

Masalah pekerja alih daya juga mendapat perhatian serius. Salah satu poster menuntut agar pemerintah Terbitkan Surat Edaran Juknis Pembayaran UMK & UMSK bagi pekerja outsourcing dan buruh yang telah bekerja lebih dari satu tahun. Poster lain menyoroti perlindungan buruh terkena PHK dengan tulisan Bentuk Satgas Pencegahan dan Perlindungan PHK & Pesangon Buruh di Jawa Timur.

Sebagian peserta aksi duduk di jalan sambil memegangi poster di pangkuan mereka, menandakan tekad untuk menyuarakan hak dengan damai dan tertib. Poster-poster itu tidak hanya menarik perhatian karena desainnya yang mencolok dan rapi, tetapi juga karena isinya yang mengandung pesan kuat.

Beberapa bahkan menampilkan foto massa aksi, memperlihatkan bahwa tuntutan tersebut benar-benar lahir dari suara akar rumput.

“Poster-poster ini bukan hiasan. Ini suara hati kami,” ujar Aisyah, seorang buruh perempuan peserta aksi.

Melalui visualisasi tuntutan itu, para buruh membuktikan bahwa perjuangan tak selalu harus dengan teriakan. Mereka memilih menyampaikan pesan secara damai, namun tetap tajam dan konstitusional.

May Day tahun ini menjadi panggung ekspresi yang kuat, bukan hanya di jalanan, tapi juga di ruang-ruang pengambilan keputusan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore