Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juli 2024 | 15.41 WIB

Profil Prof Budi Dekan FK Unair Dicopot usai Tolak Impor Dokter Asing dari Kemenkes, Terbitkan Banyak Buku Hingga Staf Medis di RSUP Soetomo

Universitas Airlangga. Dok. JawaPos - Image

Universitas Airlangga. Dok. JawaPos

JawaPos.com–Pencopotan Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) yang akrab disapa Prof. Bus dari pucuk pimpinan sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Unair di Surabaya menimbulkan polemik. Prof Budi Santoso bukan sosok sembarangan.

Berikut rangkuman profil Prof Budi Santoso yang dicopot dari Dekan Fakultas Kedokteran Unair. Informasi yang dihimpun, Prof Budi adalah dokter kelahiran Banyuwangi. Dia juga memiliki rekam jejak karir yang luar biasa.

Prof Budi tercatat sebagai staf medis di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP Soetomo (1994 hingga sekarang), Sekretaris III IDI Surabaya (2011-2014), Koordinator Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Reproduksi FK Unair (2011-2015), Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FK Unair (2012–2015), Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya FK Unair (2015–2020), dan Dekan FK Unair (2020–2025).

Selain itu, Prof Budi, Dekan FK Unair yang dicopot oleh Rektorat Unair, itu juga menulis banyak buku. Di antaranya, Bayi Tabung: Jalan Terakhir Pejuang Dua Garis (2020), Terapi Medikamentosa Perdarahan Uterus Abnormal (PUA) (2014), hingga Panduan Kesehatan Reproduksi Wanita Volume 1 dan 2 (2007).

Dekan FK Unair Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) yang akrab disapa Prof Bus dicopot seusai berkomentar terkait dokter asing. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mewacanakan jika pihaknya akan kulakan atau mengizinkan dokter asing masuk ke Indonesia.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kedatangan dokter asing itu bukan untuk bersaing dengan dokter di Indonesia. Dokter asing ke Indonesia untuk menyelamatkan ratusan ribu nyawa orang Indonesia yang sakit stroke hingga jantung. Bukan hanya pasien dewasa, impor dokter asing itu juga menurut Budi Gunadi bisa menyelamatkan 12 ribu bayi kelainan jantung.

”Lho dokter kita mampu. Masalahnya adalah jumlah dokter di Indonesia nggak cukup. Dan, lebih dari 6 ribu bayi tiap tahun mengalami risiko kehilangan nyawa. Kita nggak bisa menunggu,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Pada 27 Juni, Prof Budi Dekan Fakultas Kedokteran Unair merespons wacana impor dokter asing oleh Menkes Budi Gunadi. Dia menegaskan menolak rencana impor dokter asing itu ke Tanah Air.

”Secara pribadi dan institute, kami dari fakultas kedokteran tidak setuju,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Unair Prof Budi itu.

Dia meyakini dan optimistis jika 92 fakultas kedokteran di Indonesia mampu meluluskan dokter berkualitas. Bahkan, kualitas dokter Indonesia tidak kalah dengan dokter asing. Karena itu, impor dokter asing tidak perlu dilakukan.

”Saya pikir semua dokter di Indonesia tak ada yang rela kalau dokter asing bekerja di sini. Karena kita ini mampu untuk memenuhi dan kita mampu menjadi dokter di rumah sendiri,” tegas Budi Santoso.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore