
Press rilis kasus penjambretan kalung. (Radar Surabaya)
JawaPos.com - Tim Subdit III Jatanras Polda Jatim telah berhasil menangkap empat pelaku penjambret kalung emas yang menggunakan modus menanyakan alamat kepada korban.
Pelaku utama yang melakukan eksekusi adalah seorang bernama AK, yang berusia 45 tahun dan berasal dari Wonoayu, Sidoarjo. Sementara tiga pelaku lainnya bertindak sebagai joki, yaitu MA, 41 tahun, dari Bubutan, Surabaya; ES, 32 tahun, warga Taman, Sidoarjo; dan TN, 27 tahun, dari Jambangan, Surabaya.
Dikutip dari Radar Surabaya (JawaPos Grup) Senin (23/2), Kombes Pol Totok Suharyanto, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, menjelaskan bahwa keempat tersangka telah melakukan aksi penjambretan di enam lokasi yang berbeda.
Semua korban adalah perempuan, terutama ibu rumah tangga. Bahkan, salah satu korban adalah seorang nenek lanjut usia asal Bangil, Pasuruan.
Dirreskrimum Polda Jatim menyatakan, Modus operansi dari tersangka adalah mengaku membutuhkan informasi terkait alamat kepada korban.
Ketika korban lengah, AK kemudian mencabut kalung atau liontin yang dikenakan korban. Ungkapan ini dilontarkan pada sebuah konferensi pers yang dihadiri juga oleh Kabid Humas Kombes Pol Dirmanto pada hari Senin (26/2).
"Modus operasinya, tersangka AK pura-pura menanyakan alamat kepada korban. Saat lengah tersangka menarik kalung atau liontin yang ada di leher korban," ujarnya didampingi Kabid Humas Kombes Pol Dirmanto, Senin (26/2).
Dampak dari aksi penarikan kalung oleh tersangka menyebabkan beberapa korban jatuh tersungkur dan mengalami luka-luka.
Sejauh ini, telah terjadi enam kejadian penjambretan di tempat yang berbeda, yaitu 2 di Sidoarjo, 1 di Pasuruan, 2 di Jember, dan 1 di Gresik.
Totok menambahkan bahwa, tiga dari empat tersangka merupakan residivis. AK sendiri sudah dua kali melakukan tindakan serupa, bahkan baru saja keluar dari penjara pada tahun 2021.
"Tiga tersangka yang ditangkap residivis. AK sudah dua kali bahkan baru keluar penjara 2021 lalu," ungkapnya.
Menurut Totok, MA berperan sebagai joki yang sering beroperasi di wilayah Sidoarjo, Pasuruan, dan Gresik, sementara ES bertindak sebagai joki di Jember.
Menurut keterangan Totok, motif dari para tersangka adalah karena kesulitan ekonomi dikarenakan semua pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap.
"Motif tersangka karena alasan ekonomi. Tidak ada pekerjaan tetap," tegasnya.
Salah satu korban, Sumaiyah, yang berusia 75 tahun dan berasal dari Desa Mojosari, Driyorejo, Gresik, mengungkapkan bahwa saat kejadian penjambretan, dia sedang memberi makan ayam di belakang rumahnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
