Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Desember 2023 | 23.43 WIB

Gerindra Surabaya Bangun Pendidikan Politik Bareng Gen Z di Nobar Debat Capres

Gerindra Surabaya memboyong kader hingga Gen Z menyaksikan debat calon presiden (capres) pada Selasa (12/12) malam. - Image

Gerindra Surabaya memboyong kader hingga Gen Z menyaksikan debat calon presiden (capres) pada Selasa (12/12) malam.

JawaPos.com–Gerindra Surabaya nonton bareng memboyong kader hingga Gen Z menyaksikan debat calon presiden (capres) pada Selasa (12/12) malam. Acara nobar yang melibatkan puluhan milenial dan Gen-Z itu menjadi upaya pendidikan politik kepada mereka.

Ketua DPC Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso mengatakan, pendidikan politik itu supaya kelompok tersebut tidak apatis terhadap pemilihan suara pada Pemilu 2024.

”Kita tahu bahwa masyarakat Surabaya 62 persen itu adalah pemuda, generasi milenial pemilih pemula. Untuk bisa memberikan edukasi politik, memberikan informasi politik ke pemilih pemula tersebut, tidak bisa kita hard selling, kita soft campaign. Ini salah satu cara,” terang Cahyo.

Cahyo menyatakan, pihaknya juga mengundang akademisi, aktivis, serta pejabat publik, untuk menjadi narasumber sebagai upaya menunjukkan ke masyarakat Surabaya agar bisa melihat semua gagasan capres.

”Ada Pak Anang Dony Irawan, dosen Fakultas Hukum dari Universitas Muhammadiyah Surabaya,” ujar Cahyo.

Pria yang menjadi caleg DPR Provinsi Jatim tersebut melihat capres Prabowo Subianto sangat menguasai dan memahami persoalan yang dialami Indonesia di panggung debat capres edisi pertama yang digelar KPU.

”Kita bisa lihat beliau bisa menjawab dan memaparkan visi misi pemerintahan ke depan tentang reformasi hukum, HAM, sistem demokrasi, dan lain-lain di kedepankan dan diprioritaskan,” tegas Cahyo Harjo Prakoso.

Cahyo menilai, Pemilu 2024 menjadi sarana integrasi dan pemersatu bangsa. Hal itu disampaikan capres Prabowo bahwa Pemilu 2024 harus berlangsung sejuk.

”Karena beliau meyakini, bangsa Indonesia itu bangsa yang besar, bangsa yang kaya. Seperti yang disampaikan tadi banyak intervensi geopolitik dan lain-lain yang mengganggu kedaulatan dan integritas bangsa. Diperlukan persatuan di antara elite-elite politik, kita memerlukan persatuan dari segala kelompok masyarakat,” papar Cahyo Harjo Prakoso, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Kota Surabaya tersebut.

Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya Anang Dony Irawan mengatakan, upaya kolaborasi dengan Generasi Z atau milenial untuk menyaksikan debat capres adalah bagian pembangunan edukasi politik. Sehingga, bisa mengajak mereka untuk berpikir bahwa Indonesia perlu dibangun juga oleh banyak generasi.

”Ada edukasi tentang HAM yang disampaikan capres. Penyelesaian HAM di Papua itu tidak mudah, karena persoalan di sana itu multi dimensi,” ungkap Anang Dony Irawan.

Andi, salah seorang mahasiswa yang turut hadir dalam nobar itu, mengatakan, edukasi politik dibutuhkan untuk asupan wawasan kebangsaan.

”Saya dari jurusan bahasa tapi memang saya akui wawasan politik atau kebangsaan pribadi kurang. Selama ini, di media sosial perang politik yang menjadi asupan pribadi,” ujar Andi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore