Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 22.42 WIB

Harga dan Stok Beras Terjaga, Transaksi Warung TPID Surabaya Capai 51 Ton

Ilustrasi bantuan beras 10 kilogram. - Image

Ilustrasi bantuan beras 10 kilogram.

JawaPos.com–Warung Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang baru dibuka beberapa waktu lalu, menjadi magnet tempat belanja kebutuhan bahan pokok masyarakat. Bahkan, transaksi pembelian di Warung TPID Pasar Pucang Anom Surabaya sudah mencapai 50 ton beras.

Kepala Bidang (Kabid) Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya Devie Afrianto mengatakan, transaksi di Warung TPID sampai November, rata-rata terjual di atas 10 ton beras.

”Contoh paling kecil di Pasar Genteng yang paling baru, awal November sampai 4 Desember, transaksi sudah mencapai 18 ton. Kemudian tertinggi di Pasar Pucang Anom mencapai 51 ton,” kata Devie Afrianto di Kota Surabaya.

Devie menyebut, Warung TPID cukup bisa diandalkan untuk menjaga kestabilan bahan pokok di Surabaya. Terutama, terkait dengan ketersediaan komoditas beras.

”Kita juga selalu menjaga supaya dia (bahan pokok) di level harga yang terjangkau sesuai aturan batasnya,” ujar Devie Afrianto.

Menurut Devie, Warung TPID sengaja dikonsep Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menstabilkan harga di pasar. Pun demikian dengan kualitas dan ketersediaan diharapkan dapat selalu terjaga.

”Jadi Warung TPID dikonsep untuk menstabilkan harga di pasar,” tegas Devie Afrianto.

Devie Afrianto mengimbau masyarakat membeli komoditas bahan pokok dengan pola konsumsi dan jumlah yang wajar. Sebab, pemkot telah menyediakan Warung TPID yang bisa dipastikan harga terkontrol dan kualitas maupun ketersediaan terjaga.

”Jadi tetap dengan pola dan konsumsi yang wajar, mampir ke warung-warung ini untuk membeli kebutuhan, terutama kebutuhan pokok beras supaya mendapatkan kualitas dan harga yang wajar,” imbau Devie Afrianto.

Sementara itu, Direktur Administrasi Keuangan Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) Surabaya Sutajhjo menyampaikan, kehadiran Warung TPID diharapkan dapat meramaikan kembali aktivitas di pasar tradisional. Utamanya, terhadap empat pasar tradisional yang dikelola PDPS Surabaya.

”Kita harapkan dapat meramaikan pasar kembali dan masyarakat akan lebih bisa menikmati harga yang lebih murah dibanding di luar,” tutur Sutajhjo.

Di sisi lain, dia juga menegaskan, keberadaan Warung TPID tidak akan mengurangi keuntungan pedagang pasar. Sebab, pedagang di pasar setempat juga bisa bersinergi dengan Warung TPID.

”Misalkan pedagang di Pasar Wonokromo pada saat barang atau stoknya kosong, dia bisa ambil di Warung TPID untuk menjual kepada masyarakat. Dan istilahnya dengan harga di bawahnya sedikit dengan Warung TPID,” jelas Sutajhjo.

Selain itu, Warung TPID diharapkan bisa meningkatkan volume penjualan di pasar. Masyarakat pun juga bisa memilih antara membeli di Warung TPID atau pedagang di pasar setempat.

”Jadi fungsi real dari Warung TPID ini sebenarnya adalah fungsi kontrol, supaya masyarakat semakin nyaman dan tidak mendapatkan harga yang mahal,” ucap Sutajhjo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore