Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Agustus 2023 | 17.00 WIB

Surabaya Tambah Uji Emisi serta Alat Pemantau Udara

PERIKSA KENDARAAN: Petugas gabungan Dishub Kota Surabaya dengan Polrestabes Surabaya menggelar uji emisi kendaraan roda empat dan angkutan umum di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, kemarin (23/8). - Image

PERIKSA KENDARAAN: Petugas gabungan Dishub Kota Surabaya dengan Polrestabes Surabaya menggelar uji emisi kendaraan roda empat dan angkutan umum di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, kemarin (23/8).

JawaPos.com - Surabaya juga terus bergerak untuk menjaga kualitas udaranya. Salah satunya, per September bakal meningkatkan intensitas uji gas buang kendaraan bermotor menjadi 8 kali sebulan, dua kali lipat dari biasanya.

Kemarin (23/8) Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya juga kembali menggelar uji emisi di Jalan Ahmad Yani yang merupakan salah satu pintu masuk ibu kota Jawa Timur itu. Selain kendaraan angkutan barang dan mobil pribadi, angkutan umum seperti Suroboyo Bus tak luput diperiksa.

Para petugas dari Dishub Surabaya mengecek kualitas gas buang dari kendaraan agar tak melebihi ambang batas karbon dioksida 70 persen yang telah ditetapkan.

"Banyak kendaraan yang kami minta untuk dilakukan uji emisi. Jika tidak lolos, mereka harus membenahi mesin kendaraannya," ujar Sub Koordinator Pengawas dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kota Surabaya Soe Priyo Utomo.

Berbeda dari biasanya, dalam kegiatan kemarin kendaraan angkutan penumpang seperti bus turut dihentikan. Tak terkecuali Suroboyo Bus. ’’Bus kota yang melayani rute Krian hingga Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) juga kami tes. Untuk dua unit Suroboyo Bus yang terjaring, setelah dicek semuanya aman,’’ katanya.

Dishub Surabaya bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya untuk penindakan kendaraan. Dari total 30 kendaraan yang dihentikan dan diuji, ada dua yang tidak lolos uji emisi. Keduanya dari luar Surabaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro juga menyebut bakal menambah alat pemantau udara portabel di beberapa jalan protokol Kota Pahlawan. Saat kualitas udara membahayakan pengendara, imbauan bakal segera dikeluarkan. Misalnya, mengenakan masker.

’’Saat ini baru ada tiga stasiun pemantauan di Surabaya. Jadi, nanti kami sosialisasikan ke masyarakat untuk tidak keluar rumah dan memakai masker di jam-jam yang kiranya angka polusi itu tinggi,’’ paparnya.

Begitu juga program Satu Jiwa Satu Pohon (Sajisapo). Hebi menyebutkan, gerakan itu akan dimulai lagi. Diharapkan, untuk setiap kelahiran anak di Surabaya, orang tua wajib menanam satu pohon. ’’Kami ingin kualitas udara Surabaya terjaga dengan baik. Apalagi, hasil pemantauan indeks standar pencemaran udara (ISPU), sepanjang 2023 ini 20 persen dalam kondisi baik dan 70 persen kondisinya sedang. Tidak ada yang buruk,’’ ucapnya. (gal/c18/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore