
MEGAH: Akhmad Sokhib, pejabat pembuat komitmen (PPK) pembangunan gedung pusat terpadu RSUD Sidoarjo tujuh lantai, menunjukkan maket gedung yang saat ini sedang dibangun.
JawaPos.com – Proyek pembangunan gedung pusat terpadu RSUD Sidoarjo setinggi 7 lantai sudah mencapai 11,22 persen. Saat ini, pekerja sedang menuntaskan pemasangan tiang pancang untuk fondasi gedung senilai Rp 70 miliar itu.
’’Lebih cepat 3 persen dari target,’’ kata Budi Susanto, pelaksana proyek pembangunan gedung tersebut.
Saat ini pihaknya sedang proses memasang tiang pancang. Kurang 59 tiang pancang lagi yang belum terpasang. ’’Total ada 196 tiang yang dipasang. Kami targetkan dalam minggu ini selesai,’’ tambah Budi.
Titik yang sudah terpasang tiang langsung digali untuk pembangunan struktur bangunan. Budi optimistis pembangunan gedung tersebut tuntas pada 30 Agustus nanti. Dengan begitu, awal tahun depan, gedung yang akan digunakan untuk klinik pelayanan, ruang pertemuan, hingga perkantoran manajemen rumah sakit itu sudah bisa difungsikan.
Di tengah proses pembangunan gedung tersebut, RSUD Sidoarjo juga sedang merencanakan pembangunan gedung diagnostik terpadu setinggi 5 lantai. Letaknya di sisi selatan gedung pusat terpadu tersebut.
Wakil Direktur Umum dan Pendidikan RSUD Sidoarjo dr Syamsu Rahmadi SpS mengatakan, saat ini proses perencanaan sedang dilakukan. Rencananya, lantai 1 dan 2 yang bagian selatan difungsikan sebagai perluasan IGD. ’’Nanti akan ada tambahan 50 bed di gedung baru tersebut,’’ ungkapnya. Sisanya untuk laboratorium patologi klinik, anatomi, mikrobiologi, dan pusat farmasi.
Syamsu menambahkan, pembangunan tersebut jadi upaya untuk menaikkan tipe RSUD Sidoarjo dari RS tipe B ke tipe A. Di tengah proses perencanaan itu, anggaran juga disiapkan. Pembangunan gedung 5 lantai tersebut bakal menggunakan pinjaman bank senilai Rp 60 miliar. Dia memastikan RSUD Sidoarjo mampu membayar utang bank tersebut. Pihaknya sudah menganalisis dari sisi keuangan, layanan, dan lainnya.
’’Sudah ada bahasan internal dengan dewan pengawas, dengan Pak Bupati, juga DPRD Sidoarjo. Hasilnya sudah disetujui,’’ katanya. Justru pinjaman tersebut akan sangat membantu percepatan layanan kesehatan di Sidoarjo. Juga tidak membebani APBD Sidoarjo.
Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Emir Firdaus menyatakan, pihaknya sudah menyepakati adanya pinjaman ke bank tersebut. ’’Kami sudah hitung, RSUD Sidoarjo juga mampu. Jadi, kami sepakati agar bisa segera berubah menjadi tipe A,’’ ucapnya.
Namun, upaya pengawasan juga terus dilakukan. ’’Nanti proses pinjamannya juga tetap lewat unit lelang dan pengadaan, seperti lelang biasanya. Jadi, bisa diawasi bersama juga,’’ ujarnya. Termasuk saat proses pembangunan.
Anggota DPRD Sidoarjo juga sudah terjun langsung untuk pengawasan di lokasi proyek pembangunan gedung pusat terpadu itu. (uzi/c17/any)

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
