
W bersama ibu dari W menggendong putra bungsunya.
JawaPos.com–Salah seorang warga Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, berinisial W, keluar dari ruang tamu untuk menemui JawaPos.com Kamis (17/8) sore. Dasternya compang-comping. Rambutnya terlihat kering dan berantakan.
Dua kancing daster bagian atas terbuka. W tinggal di Morokrembangan Surabaya bersama sang ibu yang sudah berusia senja. Sebetulnya, dia dua bersaudara, tapi saudaranya terlebih dulu meninggalkannya.
”Ibu ini usianya 60 tahun lebih. Ada mbak, mbak meninggal ini anaknya tinggal sama kita,” kata W kepada JawaPos.com.
Ada dua kepala keluarga dalam satu rumah. Jumlah anggota keluarganya 8 orang. Yang terdiri dari W, ibu W, kelima anak W, dan anak saudara W. Kebutuhan sehari-hari bergantung dari ibu W.
Ibu dari W hanya mengandalkan jual kopi di rumah. Sayangnya, kondisi rumah jauh dari layak. Secara ukuran, rumahnya terlihat besar. Namun, terkesan kumuh, berantakan, dan lembap di bagian kamar.
Api dapurnya tak mengepul kencang. Selain mengharapkan dagang minuman kopi, W juga berharap dari uang pendapatan putri sulung yang masih berusia 13 tahun.
Putri sulungnya itu memutuskan untuk tak melanjutkan sekolah di jenjang sekolah dasar kelas lima. Alasannya, dia kerap mendapatkan bully.
”Anak pertama sekarang usia 13 tahun. Dia yang memutuskan sendiri untuk berjualan tahu bakso. Katanya buat bantu kita juga,” papar W.
Putri sulungnya itu menjajakan tahu bakso yang dipasok dari tetangga setiap pukul 05.30. Pukul 06.00 dia harus sudah keliling sampai pukul 09.00.
Per pak tahu bakso dijual Rp 10 ribu. Dari pemasok, tahu bakso dibanderol Rp 9 ribu. Ada untung Rp 1.000 per pak tahu bakso.
”Bawa 20 pak per hari selalu laku dan bawa uang Rp 20 ribu itu yang buat makan setiap hari,” ungkap W lalu meneteskan air mata.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
