
Photo
JawaPos.com- Tenda-tenda berjajar di jalan masuk Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, Gresik. Tenda itu seadanya. Terpal warna-warni. Berbalut kain lusuh. Menutup rangka kayu dan bambu. Sudah beberapa hari ini ratusan warga terpaksa tinggal di situ. Sejak Kali Lamong kembali meluap.
Meski menetap sementara di tenda, mereka tidak ingin jauh-jauh dari kampungnya. Sebab, sewaktu-waktu dapat memantau barang-barang di rumah yang sedang tergenang air. Kala malam, angin dingin menerobos celah terpal dan kain itu. Pun begitu dengan nyamuk-nyamuk nakal. Beterbangan dalam penerangan yang temaram.
Di antara warga yang terusir karena banjir itu tidak sedikit anak-anak. Bahkan, masih bayi. ‘’Dua tahun ini harus merasakan begini. Sebelumnya, pada November 2021, kami juga mesti tinggal di tenda pengungsian. Sebelumnya, kampung ini tidak pernah banjir,’’ ungkap beberapa warga Cermen, Selasa (25/10) malam.
Warga Desa Cermen terpaksa mengungsi. Pada Senin (24/10) lalu, tanggul anak Kali Lamong di sekitar kampung itu jebol sepanjang 30 meter. Tak pelak, air dengan debit sangat tinggi itupun seperti ditumpahkan.
Lalu, membanjiri perkampungan dan areal persawahan yang baru saja masuk musim tanam. ‘’Kalau soal sawah, sudah pasti ludes. Jadi, kalaupun nanti surut, menanam lagi,’’ papar mereka.
Sejumlah pihak terus memantau keadaan warga. Termasuk dari Koramil 0817/03 Kedamean. Kemarin, Danramil Kapten Inf M. Zainudin beserta seluruh anggotanya juga tampak kembali mendatangi lokasi pengungsian tersebut. Bahkan, mereka mengajak petugas kesehatan dari Puskesmas Slempit, dr Yufida. Mengecek kesehatan warga.
“Dalam kondisi prihatin seperti sekarang ini, kami berharap seluruh warga yang ada di pos pengungsian untuk tetap menjaga kesehatan. Saya berpesan apabila ada yang merasa sakit, segera melapor kepada petugas yang selalu standby di lokasi agar segera mendapatkan penanganan yang lebih baik,” ujar Zainuddin.
Para petugas juga tampak membagikan nasi bungkus kepada warga. Maklum, mereka tentu saja tidak bisa memasak lantaran kampung telah terendam.
Pernyataan senada juga disampaikan Yufida. Saat berdialog dengan warga yang mengungsi itu, dia juga mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan, walaupun dalam kondisi banjir.
‘’Kalau ada yang merasa kurang enak badan segera sampaikan kepada kami atau kepada Pak Babinsa yang ada di lokasi. Semoga banjir segera surut dan seluruh warga bisa kembali ke rumah masing-masing,” harapnya.
Sejak banjir mengepung kampung beberapa warga mengeluh, Mulai terserang demam dan gatal-gatal. Warga pun berharap bisa segera kembali pulang dan banjir Kali Lamong tak lagi datang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
