Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 November 2020 | 03.38 WIB

Pengamat Sebut Paslon Harus Realistis di Debat Pilwali Surabaya

Paslon Wali Kota Surabaya. Dok. JawaPos - Image

Paslon Wali Kota Surabaya. Dok. JawaPos

JawaPos.com–Pengamat politik Andri Arianto melihat debat publik Pilwali Surabaya tahap pertama pada Rabu (4/11) berlangsung cukup seru. Dosen sosiologi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) itu melihat kedua pasangan calon (Paslon) memiliki elektabilitas yang cukup kuat.

”Kalau bicara mengenai kekuatan, keduanya punya kekuatan berbeda. Tapi sama-sama mampu dan memiliki pendukung yang rata. Sama banyaknya,” ujar Andri pada Rabu (4/11).

Dia melihat kekuatan Paslon Nomor Urut Satu Eri Cahyadi dan Armuji berada di partai pengusung, yakni PDIP. ”Selain itu, ada dukungan Risma. Kemungkinan besar pasangan Eri dan Armuji akan tetap membawa Risma sebagai senjata. Risma incumbent. Ujung tombak untuk merangkul massa. Ini asumsi saya,” tutur Andri.

Sementara Paslon Nomor Dua Machfud Arifin dan Mujiaman punya kekuatan bantuan dari delapan parpol. ”Machfud berasumsi Surabaya belum maju dan adil. Menurut saya pasangan Machfud Arifin masih mengkritisi kepemimpinan sebelumnya,” terang Andri.

Sementara itu, pengamat politik Suko Widodo dari Universitas Airlangga melihat kedua paslon memiliki kekuatan yang seimbang. ”Kekuatan masing-masing basisnya berbeda. Machfud dimotori delapan partai. Eri didukung incumbent. Eri akan lebih mengoptimalkan PDIP yang dikenal solid dan pengaruh Wali Kota Risma. Saya kira ini akan menjadi senjata untuk menggerakkan warga pemilih,” papar Suko.

Suko melihat debat akan menjadi lebih menarik ketika kedua paslon memberikan gagasan menarik dan baru bagi masyarakat.

”Misalnya, jaminan kerja atau usaha. Rakyat butuh mendengar gagasan yang realistis dan bermanfaat pada masa pandemi ini,” jelas Suko.

Suko mencontohkan isu surat ijo yang selalu dibawa Machfud. Isu tersebut merupakan masalah orang banyak. Tidak hanya akan didengar penonton debat, juga bisa menjadi punchline yang berpengaruh pada tambahan dukungan.

”Surat ijo adalah contoh masalah orang banyak. Jika ada ide yg masuk akal bisa wujudkan ini, pasti akan menarik. Ini kesempatan,” ujar Suko.

Suko menyarankan warga untuk mencermati paparan kandidat. Dia mengajak warga untuk melihat secara realistis dan perlu dipertanyakan. ”Warga harus cermat apakah paparan kandidat realistis atau tidak. Jika tidak realistis, itu perlu dipertanyakan,” kata Suko.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/2qI_nwzP65g

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore