
RINGKUS PELAKU: Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto dan Wadirreskrimsus AKBP Arman (kanan) menunjukkan tersangka peretasan website ITS dan Pemprov Jatim (31/5).
JawaPos.com – Dendi Syaimam alias Muhammad Acil menerima upah besar dari hasil meretas website pemerintah. Uang kiriman dari bos judi asal Kamboja itu dia gunakan untuk mengontrak rumah di kawasan elite hingga membeli komputer, laptop, serta ponsel bermerek.
Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman menuturkan, pihaknya menyita beragam peralatan elektronik milik pemuda 23 tahun itu. Di antaranya, satu set komputer rakitan, laptop, dan tiga ponsel.
Arman menjelaskan, keahlian tersangka dalam meretas situs didapat secara otodidak. Dendi sering menghabiskan waktu di warnet sejak usia 15 tahun. Dia hobi bermain game online. Itu membuat Dendi kian menyukai ITE.
Seiring waktu dia mulai mempelajari program komputer. Ilmu tersebut digunakan untuk menemukan cheat atau cara memanipulasi game yang dimainkan agar selalu menang. Keahlian itu ternyata terus berkembang.
Dendi bisa menemukan cara meretas website. ”Usia 18 tahun, yang bersangkutan meretas website Bawaslu,” jelasnya.
Agus Tiyadi dan Dendi Syaimam Retas Situs ITS dan Pemprov Jatim, Ubah Tampilan Website Jadi Situs Judi Online
Diberitakan sebelumnya, meski hanya lulusan SMA dan belajar otodidak, Agus Tiyadi dan Dendi Syaimam alias Muhammad Acil sangat piawai di bidang ITE. Kemampuan itu mereka tunjukkan saat meretas website milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Pemprov Jatim. Tampilan dua situs tersebut diubah menjadi konten judi online.
Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Arman menjelaskan, dua website itu diretas hampir bersamaan empat bulan lalu. Masing-masing diubah tampilannya dengan konten judi dari situs yang sama.
”Subdit siber berhasil mengidentifikasi salah satu pelakunya sekitar sebulan kemudian,” ujarnya Rabu (31/5).
Agus menjadi tersangka pertama yang ditangkap. Warga Cirebon itu merupakan peretas website ITS.
Setelah polisi melakukan pendalaman, pria 27 tahun tersebut diketahui bergabung dalam komunitas hacker. Dendi adalah salah seorang anggotanya.
Dialah yang meretas website milik Pemprov Jatim. ”Tersangka kedua ditangkap di Tangerang,” kata Arman.
Motif kedua tersangka tidak berbeda. Mereka melakukannya untuk mendapat penghasilan. Agus dibayar Rp 200 ribu per website yang diretas. Sementara itu, Dendi digaji Rp 10 juta sebulan.
Menurut Arman, Dendi adalah hacker terpandang di komunitasnya. Dia juga pernah dipenjara karena meretas website Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pada 2018. ”Divonis dua tahun,” terangnya.
Dalam hasil pemeriksaan, keduanya sengaja mengincar situs universitas dan pemerintah untuk diretas. Sebab, dua website itu diyakini tidak akan diblokir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022