
Kabiddokkes Polda Jatim Kombespol M. Khusnan Marzuki-Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri Kombespol Wahyu Hidajati jelaskan identifikasi Jenazah Korban Ponpes Al Khoziny, Senin (13/10). (Novia/JawaPos.com)
JawaPos.com - Hingga Senin sore (13/10), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 53 jenazah korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
"Sampai dengan hari ini tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 53 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima," terang Kabiddokkes Polda Jawa Timur Kombespol M. Khusnan Marzuki, Senin (13/10).
Dengan begitu, lanjut Khusnan, masih ada sebanyak 11 kantong jenazah korban Ponpes Al Khoziny yang belum teridentifikasi. Dari sebelas kantong jenazah tersebut, ada beberapa body part (bagian tubuh).
Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem (AM) dari keluarga dengan postmortem (PM) korban yang dikumpulkan Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
"Sampai saat ini, dari data ante mortem yang melaporkan hilang itu 63 korban. Artinya masih 10 orang yang belum ditemukan dan di kamar jenazah kami masih ada 11 kantong jenazah," tambahnya.
Khusnan menyatakan belum bisa memastikan berapa jumlah pasti korban meninggal dunia dalam tragedi memilukan itu. Sebab, proses identifikasi masih berlangsung, sehingga 63 korban ini bersifat perkiraan dari 67 kantong jenazah yang diterima.
Di sisi lain, Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri Kombespol Wahyu Hidajati mengungkapkan, kesulitan yang dialami adalah kondisi jenazah yang tidak bagus, sehingga sulit untuk dikenali dengan metode gigi, medis, maupun properti.
"Kami juga kesulitan untuk mengidentifikasi body part, karena posisinya itu tidak lengkap dan tidak ada tanda-tanda khusus pada body part yang ada. Sehingga kami hanya bisa bergantung pada DNA," terang Wahyu.
Untuk hasil DNA, Tim DVI Polda Jawa Timur juga masih menunggu hasil dari uji sampel DNA yang telah dikirim ke laboratorium Mabes Polri, Jakarta.
"Masih ada beberapa body part yang belum cocok dengan DNA body yang besar lainnya. Itu saja kesulitannya, karena tidak ada tanda-tanda apapun kan. Murni hanya bergantung pada DNA," pungkas Wahyu.
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan.
Selama 9 hari, tim gabungan melakukan pencarian hingga akhirnya operasi SAR ditutup pada Selasa (7/10).
Data terakhir, korban dalam tragedi ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part.
Hingga kini, proses identifikasi jenazah korban masih dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara. Dari puluhan korban meninggal dunia, 53 orang berhasil teridentifikasi.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
