Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 06.50 WIB

Hingga Hari Ketiga Pencarian, 5 Orang Meninggal dalam Tragedi Runtuhnya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Keluarga korban ambruknya bangunan mushalla menunggu perkembangan informasi di posko Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos) - Image

Keluarga korban ambruknya bangunan mushalla menunggu perkembangan informasi di posko Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Hingga hari ketiga pencarian korban yang tertimbun reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (1/10), sedikitnya lima korban dilaporkan meninggal dunia. 

Data sementara, total korban dalam tragedi dilaporkan sebanyak 108 orang. Dengan rincian 103 korban selamat dan 5 korban meninggal. Kemudian 18 korban dievakuasi Tim SAR dan 90 orang evakuasi mandiri. 

"Jadi yang hari pertama itu tiga (korban meninggal). Kemudian hari ini, sore 1 dan malam ini 1, jadi lima orang (meninggal)," tutur Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo. 

Khusus hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 7 orang korban. Dengan rincian 5 korban dinyatakan selamat dan 2 korban meninggal dunia. Mereka ditemukan di zona A1 dan A4.

Sebagai informasi, SAR membagi bangunan yang ambruk menjadi 4 zona, yakni zona A1 (dekat pintu keluar), zona A2 (bagian belakang dan berhadapan langsung dengan dinding asrama), zona A3 (bagian atas), dan zona A4 (samping kanan A1, di bawah reruntuhan beton).

"Sejauh ini, kendala yang dialami petugas sama seperti kemarin, kami masih menggunakan tunnel (parit) yang tadi pagi, cuma kita memotong ke kanan untuk yang ke A4 tadi," imbuhnya. 

Ketika ditanya jumlah korban yang diduga masih hidup di balik reruntuhan bangunan, Bramantyo belum bisa memastikan. Yang jelas, hingga kini, pihaknya belum menggunakan alat berat, meski dua ekskavator sudah siaga sejak Senin (29/9). 

Sebab jika menggunakan ekskavator, dikhawatirkan dapat membuat bangunan tersebut runtuh lagi dan berdampak pada bangunan-bangunan di sekitarnya. 

Daftar korban meninggal hingga hari ketiga pencarian, Rabu (1/10) pukul 21.00 WIB: 

1. Maulana Affan, 15 tahun, Warga Kalianyar Kulon, Pabean, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya (RSI Siti Hajar)
2. Mochammad Mashudul Haq, 14 tahun, warga Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya. (RSUD Notopuro Sidoarjo)
3. Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung. (RSUD Notopuro Sidoarjo)
4. Mr. X, ditemukan Rabu (1/10) pukul 14.48 WIB. (RSI Siti Hajar)
5. Mr. X, ditemukan pada Rabu (1/10) pukul 19.01 WIB. (RSI Siti Hajar)

Sebagai informasi, insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan empat lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salat Asar rakaat kedua di lantai 1.

hingga saat ini, dua korban meninggal Mr. X masih proses identifikasi Tim DVI Polda Jawa Timur. Tim SAR masih menunggu hasil identifikasi tersebut.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore