
Gubernur Khofifah saat saat meninjau hari pertama kegiatan belajar Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo, Senin (14/7). (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com-Program Sekolah Rakyat (SR) resmi dioperasikan di Jawa Timur. Senin (14/7). Bersamaan dengan itu, ribuan siswa dari keluarga prasejahtera mulai masuk asrama di 19 titik yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Program ini menjadi langkah nyata untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis dan berasrama.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, Sekolah Rakyat adalah implementasi gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat, khususnya keluarga miskin dan miskin ekstrem. ''Pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan,” tegas Khofifah saat meninjau pelaksanaan hari pertama SR di eks Rusunawa PPI Mayangan, Kota Probolinggo.
Di Jawa Timur, pelaksanaan SR dibagi dalam tiga gelombang. Kloter pertama yang dimulai kemarin telah menampung 1.183 siswa di 19 titik. Kloter kedua akan dimulai 19 Juli mendatang, disusul kloter ketiga pada September 2025.
Para siswa tampak antusias memasuki lingkungan sekolah berasrama. Mereka membawa perlengkapan pribadi untuk tinggal di asrama, termasuk perlengkapan ibadah. Semua kebutuhan mereka ditanggung pemerintah, mulai dari makan, seragam, hingga fasilitas belajar.
Muhammad Riyan, siswa SMP asal Probolinggo, mengaku gembira bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat. “Senang sekali bisa sekolah gratis dan punya banyak teman baru. Kalau kangen orang tua, mereka bisa menjenguk,” ujarnya.
Kebahagiaan juga dirasakan orang tua siswa. Sugiarti, ibu rumah tangga asal Probolinggo, bahkan rela berjalan kaki sejauh 3 kilometer untuk mengantar anaknya.
“Sebelum ada program ini, saya takut tidak bisa membiayai sekolah anak. Alhamdulillah sekarang semua gratis,” ungkap Sugiarti, dengan mata berkaca-kaca.
Di Jombang, sejumlah anak diantar naik ambulans desa ke lokasi Sekolah Rakyat di Kecamatan Mojoagung. Ani (52), penyandang disabilitas, tampak bersemangat meski harus menempuh perjalanan panjang bersama dua putrinya.
“Ini bawa baju untuk tinggal di asrama. Semua gratis. Anak saya yang dulu putus sekolah sekarang bisa belajar lagi,” tuturnya lirih.
Selain pembelajaran formal, program SR juga menekankan pembentukan karakter dan penguatan nilai agama. Siswa-siswi diwajibkan mengikuti aturan asrama, seperti bangun sebelum pukul 04.30 WIB, menjaga kebersihan kamar, dan mematuhi jam malam pukul 21.00 WIB.
Di SRMA 22 Kota Malang, Kepala Sekolah Rahmah Dwi Nor Wita Imtikhanah menjelaskan, siswa akan mengikuti program orientasi yang dirancang untuk membangun kepemimpinan, keterampilan sosial, hingga kesiapan akademik. “Semua program dirancang agar siswa mandiri dan siap menghadapi masa depan,” jelasnya.
Khofifah menambahkan, pihaknya terus mengevaluasi pelaksanaan SR agar fasilitas dan sarana pendukung semakin optimal ke depan. “Masih ada yang harus diperbaiki, tapi ini langkah awal yang sangat berarti,” tuturnya. (*)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
