
Smada Sport Championship (SSC) 2025, ajang olahraga pelajar terbesar di Surabaya berakhir meriah di Jawa Pos Arena, Senin (2/6). (Istimewa).
JawaPos.com – Gelaran Smada Sport Championship (SSC) 2025 resmi berakhir dengan penuh kemeriahan di Jawa Pos Arena, Senin (2/6). Event tahunan yang digagas SMA Negeri 2 Surabaya ini mencatat sejarah sebagai ajang olahraga pelajar terbesar di Surabaya, dengan partisipasi dari 82 sekolah tingkat SMP dan SMA, baik negeri maupun swasta.
Menginjak tahun ke-14 penyelenggaraan, SSC terus menunjukkan perkembangan pesat. Dari yang awalnya hanya wadah semangat olahraga siswa SMADA, kini SSC menjelma menjadi kompetisi prestisius yang ditunggu-tunggu pelajar se-Surabaya.
“SSC 2K25 berlangsung sepanjang Mei 2025 dengan berbagai cabang kompetisi, mulai futsal, basket, bulutangkis, dance, hingga e-sport seperti Mobile Legends dan PUBG. Semua digelar di venue-venue bergengsi seperti GOR Pancasila, GOR ITS, GOR Sudirman, WTC Mall, dan puncaknya di Jawa Pos Arena,” ujar Ketua Panitia SSC, Kentharo Budianto.
Atmosfer kompetisi tahun ini sangat terasa. Salah satu laga penutup mempertemukan tim basket putra SMAN 2 Surabaya yang tampil gemilang dengan skor meyakinkan 91–49. Sementara itu, penutupan SSC disemarakkan dengan closing party yang menampilkan talenta siswa SMADA secara total.
“Ajang penutupan menghadirkan penampilan seluruh band SMADA, dancer, hingga pertunjukan musikal Broadway. Kami tidak mengundang artis tamu karena percaya, SMADA adalah rumah bagi banyak musisi berbakat. Alumni seperti Ahmad Dhani, Maia Estianty, Ari Lasso, hingga Piyu Padi lahir dari sini,” lanjut Kentharo.
Ketua OSIS SMAN 2 Surabaya Jibril Atta Maulana menyebut, SSC tahun ini menjadi yang paling besar sepanjang sejarah penyelenggaraan. “Tahun ini diikuti 82 sekolah dan 45 tim untuk cabang e-sport. Setiap tahunnya jumlah peserta terus bertambah. Ini bukti bahwa SSC semakin dinantikan oleh para pelajar,” ungkap Jibril.
Kepala SMAN 2 Surabaya Titik Hariani, juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat siswa dan seluruh pihak yang terlibat. Baginya, SSC bukan sekadar ajang lomba, tapi juga sarana pembinaan karakter.
“SSC bukan hanya soal menang kalah. Ini ruang positif bagi siswa untuk menunjukkan sportivitas, bakat, kreativitas, dan kerja tim. Sekolah akan selalu mendukung kegiatan seperti ini karena jauh lebih bermanfaat dibanding hanya duduk di kelas lalu pulang,” tegas Titik.
Ia berharap semangat olahraga ini terus hidup dan menjadi inspirasi sekolah lain untuk membangun kegiatan serupa. “Salut untuk panitia, peserta, dan seluruh pihak yang telah membuat SSC 2025 sukses besar,” tuturnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
