
Berbagai poster berisi tuntutan dibawa oleh buruh di May Day 2025. (Juliana Christy/JawaPos.com)
JawaPos.com–Aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur tidak hanya diwarnai orasi lantang dan gemuruh bendera serikat. Tapi juga semarak poster-poster penuh warna yang menyuarakan aspirasi buruh secara lugas dan menyentuh.
Ribuan massa yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan aliansi serikat pekerja lain seperti SPN, SPSI, FSRP, serta SPI, membawa berbagai poster berisi tuntutan konkret atas persoalan yang mereka hadapi.
Di antara kerumunan, tampak para buruh memegang poster dengan kalimat-kalimat seperti Hapus Pajak Penghasilan (PPh 21) Buruh Perempuan yang Jadi Tulang Punggung Keluarga, Naikkan Aturan Penghasilan Tidak Kena Pajak dari 4,5 Juta Menjadi 10 Juta, hingga Hapus Pajak Sepeda Motor di Bawah 150 CC.
Tuntutan ini merefleksikan beban yang selama ini mereka rasakan akibat kebijakan fiskal yang dinilai tidak berpihak kepada pekerja berpenghasilan rendah. Terutama perempuan.
Selain itu, muncul pula seruan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, seperti hunian dan pendidikan. Beberapa poster bertuliskan Sediakan Rumah Murah Bersubsidi untuk Buruh di Jawa Timur dan Wujudkan Universal Health Coverage (UHC) Program Jaminan Kesehatan Nasional di Jawa Timur.
Para buruh juga meminta agar peraturan daerah tentang sistem jaminan pesangon segera dibahas dan disahkan, sebagaimana tertulis dalam poster Bahas & Sahkan Perda Jatim tentang Sistem Jaminan Pesangon.
Masalah pekerja alih daya juga mendapat perhatian serius. Salah satu poster menuntut agar pemerintah Terbitkan Surat Edaran Juknis Pembayaran UMK & UMSK bagi pekerja outsourcing dan buruh yang telah bekerja lebih dari satu tahun. Poster lain menyoroti perlindungan buruh terkena PHK dengan tulisan Bentuk Satgas Pencegahan dan Perlindungan PHK & Pesangon Buruh di Jawa Timur.
Sebagian peserta aksi duduk di jalan sambil memegangi poster di pangkuan mereka, menandakan tekad untuk menyuarakan hak dengan damai dan tertib. Poster-poster itu tidak hanya menarik perhatian karena desainnya yang mencolok dan rapi, tetapi juga karena isinya yang mengandung pesan kuat.
Beberapa bahkan menampilkan foto massa aksi, memperlihatkan bahwa tuntutan tersebut benar-benar lahir dari suara akar rumput.
“Poster-poster ini bukan hiasan. Ini suara hati kami,” ujar Aisyah, seorang buruh perempuan peserta aksi.
Melalui visualisasi tuntutan itu, para buruh membuktikan bahwa perjuangan tak selalu harus dengan teriakan. Mereka memilih menyampaikan pesan secara damai, namun tetap tajam dan konstitusional.
May Day tahun ini menjadi panggung ekspresi yang kuat, bukan hanya di jalanan, tapi juga di ruang-ruang pengambilan keputusan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
