
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Juliana Christy/JawaPos.com)
JawaPos.com–Kasus penahanan ijazah oleh perusahaan UD Sentoso Seal kini menyita perhatian pemerintah pusat. Setelah ramai diperbincangkan dan memunculkan puluhan korban, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) dijadwalkan datang ke Surabaya untuk meninjau persoalan yang dinilai mencederai hak-hak pekerja.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut positif langkah tersebut. Kehadiran pemerintah pusat menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan seperti ini harus ditangani serius dan menjadi pembelajaran bagi daerah lain.
"Alhamdulillah, kami dapat informasi bahwa beliau datang ke Surabaya untuk melihat langsung atau membantu menyelesaikan permasalahan ini. Ini akan menjadi contoh. Bukan hanya di Surabaya, tapi juga bisa terjadi di kota lain," ujar Eri di Surabaya, Kamis (17/4).
Dia menekankan bahwa Pemerintah Kota tidak akan gegabah mengambil keputusan sepihak. Sebab, yang berhak menentukan benar atau salah adalah proses hukum.
"Kalau saya yang langsung memutuskan, terus bilang yang satu benar, yang lain salah, nanti malah tambah gaduh. Surabaya bisa dianggap tidak kondusif untuk usaha dan investasi. Maka biar hukum yang menentukan," tegas Eri Cahyadi.
Eri juga menyoroti pentingnya perbaikan sistem apabila dari hasil penyelidikan ditemukan ada kesalahan prosedural yang membuat hak pekerja dilanggar.
"Kalau ternyata ada yang salah sistemnya, ya harus diubah. Tapi kalau ada yang dengan sengaja melanggar hukum, ya harus dihukum. Itu saja. Sederhana. Kita hanya ingin Surabaya ini tetap tenang dan warganya terlindungi," ungkap Eri Cahyadi.
Dia mengajak semua pihak untuk menjaga marwah Surabaya sebagai kota dengan semangat gotong royong dan jiwa arek yang menjunjung tinggi keadilan.
"Surabaya punya budaya arek berani membela yang benar, tapi tetap guyub, saling bantu. Tapi kita juga harus taat hukum. Ini yang harus kita jaga bersama," ucap Eri.
Eri juga mengapresiasi bantuan dari para advokat serta aparat penegak hukum yang ikut mendampingi para korban. Salah satu bentuk pendampingan itu adalah saat Eri langsung mengawal korban saat melapor ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak hari ini (17/4). Dia berharap proses ini bisa berjalan tuntas dan menjadi pintu masuk penegakan hukum yang lebih adil bagi pekerja.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
