
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Pemkot Surabaya/Antara)
JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menargetkan permasalahan banjir di Surabaya Selatan tuntas sebelum berganti tahun ke 2026. Fokusnya adalah daerah-daerah langganan banjir, seperti Wonocolo dan Ketintang Baru.
Eri menuturkan salah satu akar permasalahan banjir di Wonocolo dan Ketintang Baru adalah beban air di Saluran Wonorejo. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memotong aliran air guna mencegah banjir di daerah tersebut.
Lantas, apa saja upaya penanganan yang akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) agar Wonocolo dan Ketintang bebas banjir?
1. Membangun Rumah Pompa di Karah Agung
Wali Kota Eri menyoroti kapasitas sungai di Jalan Karah (dekat Ketintang) yang tidak mampu menampung air saat hujan lebat. Karena itu, ia mengusulkan pembangunan rumah pompa di Karah Agung.
"Diperlukan rumah pompa agar aliran air dari Kebonsari dan Karah Agung tidak langsung masuk ke saluran Wonorejo. Rumah pompa di Karah Agung akan menarik air dan mendorong ke saluran yang tepat," tuturnya, Kamis (13/3).
Pembangunan rumah pompa ini juga untuk mempercepat aliran air menuju Rungkut. Sebab, Hulu saluran Wonorejo yang berada di Karah Agung dan pintu air yang tertutup menyebabkan air yang masuk hanya dari daerah sekitar.
"Air harus menempuh jarak yang terlalu jauh untuk masuk ke pompa air SWK Karah, daya dorongnya kurang. Sementara Karah Agung hampir meluap, maka kami akan membangun rumah pompa di Karah Agung," imbuh Eri.
2. Pelebaran Saluran Air Menuju Bozem Aquatic Dengan Dua Outlet
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Janji Atasi Banjir di Ketintang dan Wonocolo, Bisa Selesai Tahun Ini?
Sementara untuk mengurangi genangan di Wonocolo, Pemkot berencana melakukan pelebaran saluran air menuju Bozem Aquatic, sehingga drainase di kawasan strategis terhubung dan potensi genangan bisa dikurangi.
"Aliran air akan dibelokkan ke Bozem Aquatic, dengan membangun long storage atau box culvert yang terhubung langsung ke bozem. Jika Karah bebas banjir, maka Wonocolo hingga Jemur juga akan teratasi," imbuhnya.
Wali Kota Eri menuturkan bahwa di Karah Agung, ada saluran air yang langsung menuju Bozem Aquatic. Rencananya, saluran tersebut akan diperlebar hingga memiliki dua outlet , sehingga memaksimalkan aliran air ke Bozem Aquatic.
"Paving akan dibongkar, kemudian dipasang box culvert sehingga pasokan air yang masuk ke waduk menjadi dua. Aliran air bisa berasal dari arah Ketintang Madya dan barat Karah Agung," terang Eri.
Baca Juga: Orang yang Selalu Sendirian tapi Tidak Pernah Merasa Kesepian Biasanya Menunjukkan 8 Kepribadian Ini Menurut Psikologi
3. Pengaliran Air ke Dua Rumah Pompa: SWK Karah dan LVK Kebonsari
Dengan berbagai upaya di atas, ketika hujan mengguyur Ketintang Baru dan Wonocolo, air akan dialirkan ke dua rumah pompa, yakni rumah pompa SWK Karah dan LVK Kebonsari.
"Jika seluruh kawasan (Ketintang Baru dan Wonocolo) hingga Jemursari sudah teratasi, kami akan melanjutkan penanganan banjir ke wilayah lain," tandas Wali Kota Surabaya dua periode itu.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
