
Nurdiyana
JawaPos.com – Polisi bergerak cepat untuk mengungkap kasus kematian Nurdiyana. Dua pemuda YP, 16, dan R, 15, diamankan Selasa (9/5). Hingga kini keduanya masih menjalani pemeriksaan.
YP merupakan mantan kekasih korban. Ada dugaan Nurdiyana tewas karena dibunuh. Sebab, sebelum dinyatakan hilang, Nurdiyana sempat bertemu dengan YP di bekas gudang peluru.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Arief Ryzki Wicaksana mengatakan, dua orang yang diamankan itu masih dimintai keterangan.
’’Keterangan tersebut akan dicocokkan dengan hasil otopsi jenazah korban,’’ ucapnya Selasa (9/5).
Pemeriksaan terhadap saksi juga terus berjalan. Polisi memintai keterangan teman korban hingga pihak keluarga Nurdiyana.
Setiawan Adi Prayitno, kakak Nurdiyana, mengatakan bahwa YP dan Nurdiyana memiliki hubungan spesial. Sebelum berpacaran, keduanya berkenalan melalui Instagram (IG) sejak Oktober 2022.
’’Tapi selama berpacaran, YP tidak pernah main ke rumah. Kalau jemput adik, YP sering nunggu di depan gang rumah (Jalan Kedungmangu Timur Gang III),’’ kata Setiawan.
Sementara itu, hubungan Nurdiyana dan R sebatas teman biasa. Keduanya berteman karena dikenalkan oleh YP. Sebab, rumah YP dan R berdekatan di daerah Pulo Wonokromo.
Kepala SMPN 31 Surabaya Agustina Susi Utami mengaku kaget dengan musibah yang menimpa anak didiknya itu. ’’Saya mengetahui Nurdiyana hilang sejak April,’’ ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Nurdiyana dikabarkan hilang sebulan yang lalu. Upaya pencarian telah dilakukan, namun Nurdiyana tak kunjung ditemukan. ’’Kami, terutama guru laki-laki, secara terus-menerus mencari Nurdiyana,’’ kata Agustina Selasa (9/5).
Menurut Agustina, Nurdiyana dikenal sebagai siswa yang pendiam. Dia hanya memiliki beberapa teman dekat. ’’Di sekolah sangat pendiam. Jadi ketika ada masalah hanya dipendam sendiri,’’ ucapnya.
Peristiwa itu menjadi pelajaran bagi pihak sekolah. Sebagai langkah antisipasi, pengawasan terhadap siswa akan diperketat. ’’Kami meminta orang tua mengawasi anaknya. Jangan sekadar bertanya tentang terkait aktivitas belajar-mengajar di sekolah,’’ ujar Agustina.
Selain itu, orang tua dan guru ikut memonitor aktivitas anaknya di media sosial (medsos). ’’Kami berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya dan kepolisian. Sehingga pengawasan terhadap siswa bisa berjalan maksimal,’’ tutur Agustina. (ian/c6/aph)
PERKEMBANGAN PENANGANAN KASUS KEMATIAN NURDIYANA
- Dua remaja berinisial YP dan R diamankan. Pelaku berinisial YP berstatus sebagai mantan pacar korban.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
