Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Februari 2025 | 07.39 WIB

Lagu Sukatani "Bayar Bayar Bayar" Bergema di Aksi Indonesia Gelap Surabaya, Simbol Perlawanan Terhadap Kebijakan Pemerintah

Para demonstran dalam aksi Indonesia Gelap nyanyikan lagu Sukatani "Bayar Bayar Bayar" pada aksi Indonesia Gelap di depan gedung DPRD Jatim (21/2). (Juliana Christy/JawaPos.com)

 
 
 
JawaPos.com-Suasana aksi "Indonesia Gelap" di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, semakin memanas ketika para demonstran secara kompak menyanyikan lagu "Bayar Bayar Bayar" dari band Sukatani asal Purbalingga, Jawa Tengah. Lagu ini terdengar mengalun melalui speaker yang dibawa massa, menambah semangat dalam protes yang digelar Jumat (21/2).
 
 
Massa tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 WIB dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol perlawanan. Mereka segera membentuk barisan dan membentangkan berbagai poster serta spanduk bertuliskan kritik terhadap kebijakan pemerintah, seperti "Tolak UU Anti-Rakyat", "Efisiensi akal sehat #IndonesiaGelap",  "Mau #kaburajadulu dihujat, mau stay tanah & laut diembat", "Indonesia (C)Emas 2045", dll.
 
Tak lama setelah berorasi, massa mulai memutar lagu "Bayar Bayar Bayar" yang berisi kritik tajam terhadap praktik pungutan liar dan sistem ekonomi yang dinilai semakin menekan rakyat kecil. Sejumlah peserta aksi ikut bernyanyi bersama dengan lantang. "Hidup mahasiswa, hidup pekerja seni, lawan, lawan!" seru orator di tengah kerumunan.
 
Lagu ini sebelumnya menuai kontroversi karena liriknya yang mengkritik oknum aparat kepolisian. Akibat polemik yang muncul, band Sukatani memutuskan untuk menarik lagu tersebut dari semua platform musik dan menyampaikan permintaan maaf kepada Kapolri serta institusi Polri. Mereka juga mengimbau pengguna media sosial yang telah mengunggah atau menggunakan lagu tersebut dalam konten mereka untuk segera menghapusnya guna menghindari risiko di kemudian hari.
 
Aksi semakin membara ketika massa kemudian menyanyikan lagu perjuangan lainnya, seperti "Buruh Tani", yang dipandu oleh orator. Lagu-lagu ini menjadi simbol perlawanan atas berbagai kebijakan yang dinilai merugikan rakyat. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore